Tiga Manfaat Membaca Istigfar

Kolom

Tiga Manfaat Membaca Istigfar

NUsantaramengaji.com - Sejak Adam diturunkan ke bumi akibat melanggar larangan maka pada saat itu manusia dihadapkan dengan beragam cobaan. Di samping ia harus memenuhi tugas sebagai khalifah dengan menjaga perdamaian semesta, manusia juga dituntut menjadi hamba yang taat terhadap semua perintah dan larangan. Karena melanggar larangan akibatnya sangat buruk sekali dan bisa jadi ia akan selalu gelisah dan tidak mendapat ketentraman dalam hidupnya kecuali ia bertaubat. Seperti halnya Adam yang terpaksa menderita dengan beragam cobaan di dunia setelah sebelumnya mengecap segala kenikmatan disurga. Namun dibalik setiap cobaan yang menimpa anak Adam pasti Allah juga menyertakan kebahagiaan jika ia mau sabar dan bersyukur.

Seseorang yang melakukan dosa pasti didorong oleh keinganan hawa nafsu. Hawa nafsu ini menjadi jalan setan untuk menjerumuskan manusia. dalam diri manusia ada jalan setan berupa hawa nafsu dan ada jalan malaikat berupah ruhani/ruh. keduanya saling mempengaruhi dan mengalahkan. Karena itu, dosa tidak bisa berdiri sendiri dan pasti berhubungan dengan yang lain yaitu; pahala. maksudnya adalah hendaklah perbuatan dosa itu diiringi dengan perbuatan pahala agar dosa itu terhapus. pahala itu seperti rinso yang dapat menghialngkan kotoran pada baju. Artinya, bagaimana disebut dosa jika tidak ada pahala, dibalik makna dosa terkandung pula makna pahala jika disikapi dengan bijak. Hukum positif dan negatif merupakan sunnatullah yang harus diterima dan dijalani. Keadilan Tuhan didasarkan pada dua pertimbangan ini. Dalam rasa sakit pasti ada rasa nikmat begitu juga sebaliknya, jika mau menyadari dan merenungi akan hikmahnya.

Oleh karena itu, seorang yang berdosa atau tidak, dilarang berputus asa dan berhenti untuk selalu taubat dan mengucap istigfar. Dengan istigfar seseorang akan selalu ingat terhadap dosa-dosanya. Selain itu beristigfar jug merupakan perintah Allah dalam Al Qur’an dan ajaran Rasullah dalam Sunnahnya. Seseorang tidak perlu berdosa dulu untuk beristigfar karena dalam istigfar terkandung kekuatan dan manfaat yang jarang orang mengetahuinya.

Dalam Al Qur’an di sebutkan bahwa Allah berfriman; Mohon ampunlah engkau kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Sedangkan dalam sebuah hadis riwayat Al Bukhori, Rasul bersabda; sesungguhnya aku beristigfar dan bertaubat keapada Allah dalam sehari sebanyak tujuh puluh kali. Dalam riwayat Muslim menyebutkan sebanyak seratus kali setiap hari.

Hadis tersebut menunjukkan betapa pentingnya untuk selalu beristigfar di samping untuk menghapus dosa juga karena menngikuti sunnah Nabi dan perintah Al Qu’an. Bukankah Nabi seorang yang ma’shum, dimaafkan dosa yang lalu dan yang akan datang tapi beliau masih membaca istigfar setiap hari sekurang-kurangnya tujuh puluh kali atau seatus kali seperti dalam gambaran hadis di atas.

Dalam salah satu wasiatnya, Syaikh Abul Hasan Assyadzili mengatakan; hendaklah kalian selalu beristigfar meskipun belum pernah berbuat dosa dan teladanilah istigfar Nabi yang ma’shum SAW setelah mendapat kabar baik dan yaqin dengan pengampunan dosanya yang lalu dan yang akan datang. Ucapan syaikh As-Syadzili ini mengisyaratkan kepada kita bahwa seorang Nabi saja masih beristigfar kepada Allah, lalu bagaimana dengan kita yang bukan siapa-siapa lantas tidak memperbanyak istigfar.

Oleh sebab itu, sebaiknya seseorang itu memperbanyak istigfar pada awal malam sampai menjelang pagi dan pada awal siang menjelang sore karena berdasarkan hadis riwayat Ibn Majah yang mengatakan bahwa tidaklah dua malaikat penjaga mengangkat catatan amal menuju Allah SWT pada hari kiamat, dan Allah melihat dalam catatan amal tersebut dari awal sampai akhir penuh dengan istigfar, melainkan Allah berfirman; sungguh aku telah mengampuni dosa hambaku diantara  awal dan akhir dalam catatan amalnya. Maka beruntunglah orang yang dalam catatan amal terdapat bacaan istigfar yang banyak.

Menurut Syaikh Abdul Wahab As-Sya'rani, dalam kitabnya Al Minahus Saniyyah, setidaknya ada tiga manfaat bagi orang yang selalu melazimkan istigfar, yaitu;

Pertama, membaca Istigfar dapat meluaskan riski. Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Hibban menyatakan bahwa; barang siapa yang melazimkan baca istigfar maka Allah akan menjadikan setiap kesullitannya ada jalan keluar dan dalam setiap kesusahannya ada kebahagiaan, dan Allah akan memberinya riski dari arah yang tidak disangka-sangka.

Kedua, dapat menghapus dosa. Seperti dalam hadis riwayat Hakim, yang menyatakan; tidaklah seorang muslim berbuat dosa melainkan malaikat menunda mencatat dosanya selama tiga waktu/jam, lalu ia beristigfar/mohon ampun kepada Allah dalam tiga saat itu, maka tidaklah dicatat atasnya sebagai dosa dan juga tidak akan di azab pada hari kiamat.

Ketiga, dapat menutupi kurangnya ketaatan. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa Rasulullah SAW selalu membaca istigfar segera setelah selesai sholat maktubah tiga kali. Hal tersebut dilakukan di samping sebagai syariah juga sebagai peringatan akan kurangnya ibadah umatnya kepada Allah SWT karena sebaik apapun ibadah umat tidak akan mencapai derajat ibadah para Nabi.

Dengan demikian, hendaklah seorang hamba itu memperbanyak istigfar siang dan malam baik karena ingat dosa maupun tidak ingat karena hal tersebut dapat membebaskannya dari bala’/siksa yang pedih seperti dalam firman-Nya; Dan tidaklah Allah menyiksa mereka sedangkan mereka beristigfar (wa maa kaanallaahu mu’adzdzibahum wa hum yastaghfiruun).

Bagi Allah dosa seorang hamba tidak ada artinya selama hamba itu sendiri segera menyadari dan beritigfar kepadanya. Bagi Allah sendiri, amal baik atau buruk hamba tidak punya pengaruh sama sekali karena apalah arti seorang hamba dihadapan majikannya. Namun begitu, perlu diperhatikan bahwa Allah sangat menyukai hamba yang taat dan mensucikan atau menjauhkan dirinya dari dosa.

Allah itu MaHa Suci maka sucikanlah dirimu dari segala hadas badani dan ruhani agar engkau layak duduk dan bersimpuh didapan-Nya. Teladanilah Nabi yang ma’shum dan dijamin masuk surga tapi tetap beristigfar setiap saat dan terus mensucikan dirinya dari segala sesuatu yang dilarng Tuhannya. Wallahu a’lam Bisshowab. (Lutfi Syarqawi)  

 

   

   

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00