Namaku Fitri

Kolom
Foto: 
- ist

Namaku Fitri

Nusantaramengaji.com - Fitrah adalah kata yang cukub akrab terdengar di telinga kita, biasa digunakan sebagai nama seseorang, Fitriani atau Fitri. Selain itu, Fitrah juga cukup akrab di dengar pada bulan Ramadhan, khususnya kegiatan di akhir-akhir Ramadhan atau malam jelang lebaran, yakni Zakat Fitrah. Keesokan hari nya kita sebut Hari Raya Idul Fitri.
 
Selain tentang nama seseorang dan nama hari lebaran setelah puasa Ramadhan, sebenarnya siapakah Fitri atau fitrah? 
Para Ulama secara umum mengungkapkan tiga makna fitri. 
 
Pertama, asal kejadian
Fitrah dengan arti asal kejadian, dihubungkan dengan pernyataan seluruh manusia tatkala mereka berada di alam arwah. Saat itu kita mengakui ketuhanan Allah Swt.
 
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka, dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”, mereka menjawab, “Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.” (Kami lakukan demikian itu, Kata Allah) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, “Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini.” (QS. al-A’raf, 7 : 172).
 
Kedua, kesucian
Fitrah dengan arti kesucian terdapat dalam sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa semua bayi terlahir dalam keadaan fitrah, suci. Dan bayi tersebut oleh kedua orang tuanyalah dapat dijadikan sebagai pemeluk Kristen, Yahudi, atau ataupun Majusi (H.R. Bukhari Muslim). 
 
Fitrah atau kesucian di sini oleh pakar Pendidikan, Prof. Hasan Langgulung, dapat diartikan sebagai potensi manusia atau internal diri. Sedang kedua orang tua, termasuk masyarakat sebagai faktor lingkungan atau eksternal. 
Ketiga, agama yang benar. 
 
Fitrah dengan arti agama yang benar adalah agama Allah Swt. Sebagian para penafsir Al-Qur’an menghubungkan makna ini dengan bunyi ayat, “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) Allah yang telah menciptakan manusia fitrah. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus. Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS. Ar-Ruum, 30 : 30)
 
Dalam bahasa mudahnya, fitrah di sini adalah agama Islam. Jadi, agama yang benar dan sesuai dengan fitrah manusia adalah agama Islam.
 
Dari uraian di atas jelas sudah, fitri atau fitrah adalah seseorang yang benar-benar menjaga asal kejadiannya sebagai manusia suci yang beragama benar, Islam. Istiqomah dari awal sampai akhir, berasal dari kesucian dan kembali kepada kesucian.
 
Lalu bagaimana tatkala dalam perjalanan kita dicengkeram oleh hambatan dan tantangan berupa noda dan dosa. Maka untuk menjaga titik keseimbangan dalam hidup ini segeralah kembali kepada fitri. Bila Ramadhan sebagai momentum akselerasi menjadi fitri, masih ada cara lain di bulan-bulan lain untuk bertemu fitri, yakni dengan senantiasa menjaga amaliah Ramadhan di bulan-bulan lain. 
 
Kini InsyaAllah kita fitri. Jagalah Fitri. Bila kita mulai ternoda dan berdosa, kembalilah pada fitri, agar ketika kontrak kita tak diduga selesai, kita tetap dalam keadaan fitri. Semoga kita dipanjangkan usia dengan usia yang berkah, diberi kesempatan oleh Allah SWT bertemu kembali pada bulan penyucian diri sekaligus bertemu kembali pada Fitri. Amiin. [Daus]
Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00