Hukum Menggunakan Nama Samaran di Media Sosial, Begini Kata Para Ulama

Fikih
Foto: 
Ilustrasi

Hukum Menggunakan Nama Samaran di Media Sosial, Begini Kata Para Ulama

Nusantaramengaji.com - Dunia modern ditandai dengan kemajuan yang pesat di bidang sains dan teknologi. Salah satunya dalam bidang komunikasi. Komunikasi antar sesama, sanak saudara, teman dan lainnya tidak lagi menggunakan surat menyurat atau via pos tapi sudah bisa melalui teknologi komunikasi yang canggih berupa HP, Tablet dengan segudang aplikasi yang ada. Misalnya FB, WA, BBM, Twitter dan lain sebagainya.  

Namun dalam penggunaan aplikasi yang ada banyak pengguna memakai nama samaran atau akun palsu untuk menyembunyikan identitas aslinya sehingga terkadang digunakan untuk menipu dan berbuat kejahatan.

Lalu pertanyanya adalah bolehkah memakai nama tidak asli  atau akun palsu di aplikasi Facebook, WA, BBM dan lainnya. Jawabannya adalah BOLEH dan tidak masuk dalam kategori berbohong dengan syarat, selama tidak dijadikan sarana untuk kejahatan atau menipu orang lain.

Alasannya adalah karena penyamaran/ penyembunyian nama asli identik dengan memberikan nama julukan untuk seseorang. Jadi, memberikan nama tidak asli dalam FB, WA, BBM dan lainnya diperbolehkan. Ibarahnya sebagaimana dijelaskan di bawah ini;

1. Al Majmu' ( 8/438-441 ) :

 

السَّادِسَةُ) يَجُوزُ التَّكَنِّي وَيَجُوزُ التَّكْنِيَةُ وَيُسْتَحَبُّ تَكْنِيَةُ أَهْلِ الْفَضْلِ مِنْ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ سَوَاءٌ كَانَ لَهُ وَلَدٌ أم لا وسواء كني بولده أم بِغَيْرِهِ وَسَوَاءٌ كُنِّيَ الرَّجُلُ بِأَبِي فُلَانٍ أَوْ أَبِي فُلَانَةَ وَسَوَاءٌ كُنِّيَتْ الْمَرْأَةُ بِأُمِّ فُلَانٍ أَوْ أُمِّ فُلَانَةَ

 وَيَجُوزُ التَّكْنِيَةُ بِغَيْرِ أَسْمَاءِ الْآدَمِيِّينَ كَأَبِي هُرَيْرَةَ وَأَبِي الْمَكَارِمِ وَأَبِي الْفَضَائِلِ وَأَبِي الْمَحَاسِنِ وَغَيْرِ ذَلِكَ وَيَجُوزُ تَكْنِيَةُ الصَّغِير

وَمِنْ ذَلِكَ أَبُو تُرَابٍ لَقَبُ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ كُنْيَتُهُ أَبُو الْحَسَنِ ثَبَتَ فِي الصَّحِيحِ (أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَهُ نَائِمًا فِي الْمَسْجِدِ وَعَلَيْهِ التُّرَابُ فَقَالَ قُمْ أَبَا تُرَابٍ فَلَزِمَهُ هَذَا اللَّقَبُ الْحَسَنُ) رَوَيْنَا هَذَا فِي الصَّحِيحَيْنِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ

“ Boleh memberi julukan pada seseorang dan disunnahkan memberi gelar/julukan kepada ahli ilmu baik laki-laki atau perempuan, memilik anak atau tidak, dinisbahkan kepada anak atau orang tuanya, dengan di awali kata abu/abi atau ummu/ ummi bahkan diperbolehkan juga memberi kun-yah dengan selain nama orang seperti abu hurairah, abul makarim, abul fadhail, abul mahasin dan abul hasan atau abu turab seperti laqab yang di berikan Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib dan lain sebagainya”.

2. Al Mausu'atu Al Fiqhiyyah Al Kuwaitiyyah (11/337) :

 

وَالْفُقَهَاءُ لاَ يَخْتَلِفُونَ فِي جَوَازِ تَغْيِيرِ الاِسْمِ إِلَى اسْمٍ آخَرَ، وَفِي أَنَّ تَغْيِيرَ الاِسْمِ الْقَبِيحِ إِلَى الْحَسَنِ هُوَ مِنَ الأُْمُورِ الْمَطْلُوبَةِ الَّتِي حَثَّ عَلَيْهَا الشَّرْعُ.

 

“ Para 'Ulama' ahli fiqhi tidak berselisih pendapat tentang kebolehan merubah sebuah nama ke nama yang lain. Dan merubah nama yang jelek ke nama yang bagus adalah perkara yang dianjurkan dari sisi syara’ ”.

Kesimpulannya, memberikan kun-yah hukumnya diperbolehkan. Begitu juga memberikan julukan untuk seseorang juga diperbolehkan. Kalau saja merubah nama tidak diperbolehkan maka memberikan kun-yah atau julukan untuk seseorang juga tidak diperbolehkan, karena termasuk dari rangkaian perubahan nama.

Padahal kenyataannya tetap boleh, sebagaimana keterangan di atas. Artinya, secara umum boleh menyamarkan atau merubah sebuah nama dalam FB, WA, BBM, TWitter dan lainya, dan sunnah merubahnya menjadi lebih baik.  Dan disunnahkan merubah nama yang jelek menjadi nama yang bagus/baik.

Namun begitu, perubahan/penyamaran nama itu jika digunakan untuk berbuat kejahatan maka penyamaran tersebut menjadi Tidak Boleh/HARAM karena kaidah fiqhnya adalah “Sarana itu Tergantung Tujuan” (Lil Wasail Hukmul Maqashid). Jika tujuannya haram maka haram pula sarananya begitu juga sebaliknya jika tujuannya baik/sunnah/ wajib maka sarananya juga mengikuti tujuan sunnah atau wajibnya.  (eLut NM)  

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00