Tips Bijak Pasang Foto di Medsos

Fikih

Tips Bijak Pasang Foto di Medsos

Nusantaramengaji. com - Dunia medsos dipenuhi dengan berseliwernya foto-foto pria dan wanita yang beraneka ragam. Dari yang pake kerudung sampai yang pakai sarung, dari yang pakai tank-top sampai yang memamerkan otot. Kecantikan dan ketampanan badaiah menjadi ukuran, sibuk memempercantik diri terkadang samapai melewati batas norma agama. dengan kata lain, teknologi disikapi secara eforia tanpa terkendali.

Oleh karena itu, Salah satu cara yang paling mungkin supaya kita tidak terjatuh pada dosa dan sikap yang melampui batas adalah memperdalam pengetahuan tentang hukum agama dan mengetahui batas-batas mana yag boleh dan tidak boleh secara syariah. Misalnya, memasang foto-foto di medsos yang sesuai dengan syariah.

Pada dasarnya tidak ada masalah dengan adanya foto-foto di medsos tersebut karena itu hanya ingin menunjukkan identitas penggunanya, namun yang jadi masalah adalah apabila ingin terlihat indah dan sexy secara lahiriyah dengan cara memajang foto yang dapat menimbulkan syahwat dan fitnah. Bahkan ada seorang kyai, dalam satu meme-nya mengatakan bahwa haram menampilkan foto-foto di medsos dan baginya dosa yang terus mengalir baik itu yang memajang foto maupun yang menyebarkannya. Pertanyaannya benarkah demikian ?

Jawabannya adalah benar jika dengan foto-foto tersebut dapat menimbulkan fitnah dan syahwat. Tapi jika tidak menarik pada syahwat dan fitnah maka boleh. Alasannya adalah bahwa gambar wanita atau pria yang berada pada foto itu bisa disamakan dengan gambar yang ada pada cermin, dalam hal sama-sama bukan wujud asli dari bendanya. Jika gambar yang ada dicermin adalah bayangan dari suatu benda, maka gambar yang dihasilkan dari kamera yang berupa foto adalah pantulan cahaya pada suatu benda. Karena itulah hukum melihat gambar wanita pada foto bisa disamakan dengan melihat gambar pada cermin.

Menurut pendapat ulama', melihat bayangan wanita yang berada dikaca atau dipermukaan air itu diperbolehkan, karena tidak melihat secara langsung, dan yang dilihat hanyalah bayangan yang menyerupai wanita bukan wujud dari wanitanya. Hal ini dikuatkan dengan penjelasan para fuqoha' yang menyatakan, apabila seorang laki-laki menggantungkan talaknya dengan melihat seorang wanita dan hanya melihat gambarnya dicermin belum dianggap talaknya jatuh.

Namun diperbolehkannya melihat foto seorang wanita bagi laki-laki atau kebalikannya ,yang bukan mahramnya  dengan ketentuan ketika melihatnya tidak syahwat, tapi ketika melihatnya syahwat, maka hukumnya haram, dan ketentuan bagi orang yang memasang fotonya adalah tidak memasang foto yang merangsang timbulnya syahwat bagi orang yang melihatnya.

Jadi, kehati-hatian dalam memasang poto di akun medsos perlu dilakukan karena foto tersebut akan dilihat orang seluruh dunia. Foto-foto yang menurut kita sudah baik dan sopan belum tentu hasilnya baik dan sopan juga buat orang lain. Standarnya adalah tidak melebihi batas aurat yang telah diajarkan syariah. Dengan begitu, maka, di samping kita dapat terhindar dari dosa juga menghindarkan orag lain dari hal-hal yang tidak di inginkan.

Kesimpulannya, hukum memasang foto wanita sebagai foto profil akun medsos yang dapat dilihat oleh laki-laki atau wanita yang bukan mahromnya, itu diperbolehkan asalkan foto yang dipasang bukan foto yang dapat menarik kepada kemaksiatan atau dapat menimbulkan fitnah dan syahwat, seperti foto yang memperlihatkan aurat. Wallohu a'lam bisshowab.

 

Referensi :

- Tafsir Ayatul Ahkam Lisy-Sayis, Juz : 1  Hal : 677

ولعلك تريد بعد ذلك أن تعرف حكم ما يسمى بالتصوير الشمسي أو الفتوغرافي فنقول: يمكنك أن تقول: إنّ حكمها حكم الرقم في الثوب، وقد علمت استثناءه نصا. ولك أن تقول: إن هذا ليس تصويرا، بل حبس للصورة، وما مثله إلا كمثل الصورة في المرآة

 

- Hasyiyah I'anatut Tholibin, Juz : 3  Hal : 30

مهمة [في بيان النظر المحرم والجائز وغير ذلك] يحرم على الرجل ولو شيخا هما تعمد نظر شيء من بدن أجنبية حرة أو أمة بلغت حدا تشتهى فيه ولو شوهاء أو عجوزا وعكسه خلافا للحاوي كالرافعي وإن نظر بغير شهوة أو مع أمن الفتنة على المعتمد لا في نحو مرآة

قوله: لا في نحو مرآة) أي لا يحرم نظره لها في نحو مرآة كماء وذلك لانه لم يرها فيها وإنما رأى مثالها. ويؤيده قولهم لو علق طلاقها برؤيتها لم يحنث برؤية خيالها والمرأة مثله فلا يحرم نظرها له في ذلك. قال في التحفة: ومحل ذلك، كما هو ظاهر، حيص لم يخش فتنة ولا شهوة

 

- Fatawi Darul Ifta' al-Mishriyah, Juz : 7  Hal : 220

والذى تدل عليه الأحاديث النبوية الشريفة التى رواها البخارى وغيره من أصحاب السنن وترددت فى كتب الفقه، أن التصوير الضوئى للإنسان والحيوان المعروف الآن والرسم كذلك لا بأس به، إذا خلت الصور والرسوم من مظاهر التعظيم ومظنة التكريم والعبادة وخلت كلذلك عن دوافع تحريك غريزة الجنس وإشاعة الفحشاء والتحريض على ارتكاب المحرمات

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00