Semua Kebaikan Datangnya dari Allah SWT

Mutiara Alquran
Foto: 
Ilustrasi

Semua Kebaikan Datangnya dari Allah SWT

Nusantaramengaji.com - Allah berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 79 sebagai berikut;

مَا أَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ وَمَا أَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَفْسِكَ ۚ وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

Artinya: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”.

Imam Jalalain menrsirkan ayat di atas dengan; “Apa pun yang kamu peroleh) hai manusia (berupa kebaikan, maka dari Allah) artinya diberi-Nya kamu karena karunia dan kemurahan-Nya (dan apa pun yang menimpamu berupa keburukan) atau bencana (maka dari dirimu sendiri) artinya karena kamu melakukan hal-hal yang mengundang datangnya bencana itu. (Dan Kami utus kamu) hai Muhammad (kepada manusia sebagai rasul) menjadi hal yang diperkuat. (Dan cukuplah Allah sebagai saksi) atas kerasulanmu”.

Sedangkan Dr. Quraisy Syihab dalam menfasirkan ayat Annisa di atas menyatakan;  "Wahai Nabi, semua kenikmatan, kesehatan dan keselamatan yang kamu rasakan adalah karunia dan kebaikan Allah yang diberikan kepadamu. Sedang kesusahan, kesulitan, bahaya dan keburukan yang menimpa kamu adalah berasal dari dirimu sendiri, sebagai akibat dari dosa yang telah kamu perbuat." (Ungkapan ini ditujukan kepada Rasulullah saw. sebagai gambaran jiwa manusia pada umumnya, meskipun beliau sendiri terpelihara dari segala bentuk keburukan). "Kami mengutusmu sebagai rasul Kami kepada seluruh umat manusia. Kami, akan menjadi saksi atas penyampaianmu dan atas jawaban mereka. Cukuplah Allah Maha Mengetahui."

Dari tafsiran di atas dapat dipahami bahwa segala kebaikan, baik berupa perbuatan baik, banyak harta, anak, rumah serta riski baik lainnya merupakan anugerah dari Allah SWT sedangkan semua keburukan berupa bencana, kurangnya riski, selalu ditimpa kegagalan dalam usaha, perbuatan buruk pasti datang dari sendiri.

Hal tersebut disebabkan karena sikapnya sendiri yang kurang/tidak baik. Bukankah setiap perbuatan ada balasannya, jika perbuatannya baik maka hasinya akan baik sebaliknya jika perbuatan buruk maka hasilnya akan buruk.

Hakektanya memang semua dari Allah tapi Allah sudah menggariskan mana yang buruk dan mana yang jelek dan sejatinya Allah adalah sumber kebaikan dan menginginkan semua mahluknya berbuat baik sesuai yang digariskan tapi kenyataanya banyak orang yang keluar dari garisnya sehingga menyebabkan kesusahan bagi dirinya. Bukankah ini berarti dia memilih garisnya sendiri dan Allah hanya memberikan akibat dari perbuatannya.

Begitu juga sebaliknya orang yang berbuat baik ia akan mendapatkan kebaikan-Nya karena hanya Allah yang memiliki semua kebaikan/ Maha Baik dan bukan keburukan karena MUSTAHIL bagi Allah memiliki sifat Maha Buruk. Tidak ada ajaran itu bagi yang pernah belajar Tauhid.   

Oleh karena itu, Apa saja yang datang kepada kita berupa kebaikan yang kita terima, datangnya dari Allah sebagai anugerah. Karena dari mana ia mendapat kebaikan kecuali dari Allah. Sedangkan apa saja yang kita terima berupa kejelekan/bencana datangnya dari  diri sendiri, sebagai akibat dari kesalahan dan dosa yang telah diperbuat. Dan Bahwasannya baginda Nabi Muhammad SAW diutus sebagai Rosul kepada umat manusia untuk mengajarkan kebaikan yang sudah diwahyukan Allah SWT kepadanya. Dari beliaulah kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk bagi kita semua. wallahu A'lam bisshowab. (Luthfi sy)

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00