Presiden Optimistis Poros Wasathiyah Islam Dunia Akan Menjadi Arus Utama

Nusantaramengaji.com - Indonesia menyambut gembira kian menguatnya membumikan Islam wasathiyah (moderat) di dunia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar para ulama bersatu menguatnya semangat moderat dalam gerakan besar dunia Islam.
 
Hal itu disampaikan presiden saat membuka Konsultasi Tingkat Tinggi Ulama dan Cendekiawan Muslim Dunia tentang Islam Wasathiyah (Islam Moderat) yang dihadiri oleh sekitar 100 orang ulama yang berasal dari Indonesia (50 orang) dan luar negeri (50 orang) yang berasal dari Yaman, Mesir, Iran, Maroko, Italia, Amerika dan negara-negara lainnya. Dalam konsultasi tingkat tinggi tersebut juga dihadiri oleh Imam Besar dan Grand Syeikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Ath-Thayeb.
 
"Jika para ulama bersatu padu dalam satu barisan untuk membumikan moderasi Islam, maka saya optimistis poros wasathiyah Islam dunia akan menjadi arus utama, akan memberikan harapan bagi lahirnya dunia yang damai, yang aman, yang sejahtera, yang berkeadilan dan menjadi gerakan Islam untuk mewujudkan keadailan sosial," ujar Presiden Jokowi di Istana Bogor, Selasa (1/5).
 
Menurut Jokowi, Indonesia menyambut gembira menguatnya semangat moderasi dalam gerakan besar dunia Islam.  "Selain berbagi pengalaman kita harus membangun gerakan, gerakan wasathiyah Islam harus menjadi gerakan yang mendunia, yang dapat menginsipirasi para pemimpin, para ulama, para kaum muda dan umat islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam," kata presiden.
 
Lebih lanjut Jokowi  juga berharap melalui forum konsultasi tingkat tinggi ini, umat Islam bisa saling berbagi pengalaman dalam tasamuh (tenggang rasa). "Dalam mengembangkan toleransi agar kita berbagi pengalaman dalam mengembangkan musywarah, agar kita berbagi pengalaman dalam tawasuf, dalam mengambil jalan tengah agar kita mengambil pengalaman dalam menjadi pelopor kemaslahanan umat manusia," ujar Jokowi.
 
Presiden meyakini masih banyak lagi hal yang akan dibahas dan disepakati dalam forum konsulatasi tersebut. "Selain berbagi pengalaman kita harus membangun gerakan, gerakan wasathiyah Islam harus menjadi gerakan yang mendunia, yang dapat menginsipirasi para pemimpin, para ulama, para kaum muda dan umat Islam agar tetap teguh pada jalur moderasi Islam," tambah Presiden.
 
Presiden juga memperkenalkan diri Indonesia sebagai negara demokrasi dengan penduduk muslim terbesar di dunia. "Warga negara kami yang beragama Islam sekitar 210 juta dari total penduduk 260 juta. Ada 714 etnis, ada 1.100 lebih bahasa lokal, mereka hidup tersebar di 17 ribu pulau. Kami hidup dalam keberagaman, berbeda agama, beragam suku dan beragam budaya," ungkap Presiden.
 
Presiden pun mensyukuri bahwa dalam keberagaman tersebut Indonesia mampu menjaga persaudaraan, toleransi, perdamaian dan persatuan. "Indonesia memiliki dasar negara pancasila dan semboyan negara Bhineka Tunggal Ika, unity in diversity, keberagaman adalah anugerah Allah SWT yang harus kita rawat, keberagaman adalah sumber kekuatan yang membuat kami menjadi bangsa yang kuat, namun sebagai bangsa yang sangat majemuk, kami tidak boleh lengah sedikitpun," jelas Presiden.
 
Presiden menegaskan bahwa Indonesia akan terus memupuk ajaran yang memupuk perdamaian dan persatuan, yang mengutamakan musyawarah dengan penuh toleransi dan kepercayaan, yang membawa keadilan sosial dan perdamaian abadi.
Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00