Percikan Air di Musim Penghujan, Najiskah?

Sahabat Nusantara Mengaji. Musim penghujan kembali datang. Hujan turun setiap saat dan tak terkira. Genangan air ada di mana-mana. Di jalan, di rumah dan di sekitar kita. Selokan dan berbagai jenis saluran air meluap karena tak mampu membendung derasnya hujan. Maka bercampurlah antara air hujan dengan air comberan yang kotor dan tidak jelas asal usulnya.

Demikianlah realita di sekitar kita, air comberan dan selokan yang seringkali mengandung najis menyebar bersama air hujan ke mana-mana. Sedangkan air hujan bersifat suci dan mensucikan. Hal yang cukup sulit untuk menghindari, terlebih ketika banjir. Ataupun bagi pengendara motor yang seringkali menemukan genangan air tersebut di jalanan. Lantas bagaimana kita harus bersikap dengan keadaan tersebut? Sungguh membuat galau antara menganggapnya najis atau tidak. Apalagi mengingat kesucian badan dan pakaian adalah syarat mutlak dalam salat.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun dihindari. Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab al-Wajiz Fi Fiqh al-Imam al-Syafi’i karya Imam Al-Ghazali.

 Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini dimaafkan.

 Dari dalil di atas maka kita tak usah khawatir ketika menghadapi keadaan tersebut, jikalau kita yakin bahwa air yang menciprati tidak najis. Seperti dalam salah satu kaidah fikih: Al-Yaqin Laa Yuzaalu Bi Asy-Syak.Keyakinan tidak akan terhapus oleh keraguan”

Kemudian kalaupun percikan air maupun lumpur tersebut kita yakini mengandung najis, misalnya genangan air tersebut adalah luapan dari got ataupun comberan yang najis. Maka hal ini juga dimaafkan jika memang percikan tersebut sedikit. Seperti pendapat Imam Ar-Rafi’i dalam kitabnya Al-Aziz Syarhul Wajiz.

 “Jika diyakini jalan tersebut ada najisnya, maka hukumnya dimaafkan jika percikan tersebut hanya sedikit, namun jika percikan tersebut banyak maka tidak dimaafkan, sebagaimana hukumnya najis-najis yang lain.”

Alasan kenapa najis yang sedikit diatas dimaafkan, karena akan memberatkan jika harus diperintahkan untuk segera mencuci pakaian yang terkena percikan tersebut. Padahal mungkin kita hanya membawa satu pakaian saja.

Ingat ya sahabat, sebagai solusinya persiapkanlah pakaian ganti. Kalaupun sulit, maka bawalah alat salat semisal sarung atau mukena. Ternyata Islam memang agama yang mudah dan tidak menyulitkan.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00