Menjual Barang dengan Dua Harga. Bolehkah ?

Fikih
Foto: 
Ilustrasi

Menjual Barang dengan Dua Harga. Bolehkah ?

Nusantaramengaji.com - Dalam jual-beli pada saat ini sudah banyak mengalami banyak cara dan ragamnya, disamping system kontan biasanya ada sistem kredit atau menjual barang dengan dua harga. Seperti menjual motor, kalau kontan diberi harga 5 juta tapi jika kredit menjadi 7 juta dalam jangka waktu tertentu. Jual-bei dengan dua harga ini banyak terjadi di masyarakat karena tidak semua orang dapat membeli barang secara kontan. Lalu bagaimana hukum menjual barang dengan dua harga tersebut ?

Menurut al-Khothoby, penjelasan jual beli dengan dua harga yang dilarang ada dua :

Pertama, misalnya penjual berkata : "Aku jual kepadamu baju ini dengan harga 10 kontan ATAU 15 nyicil".

Jual beli seperti itu tidak boleh karena tidak diketahui harga mana dari keduanya yang ditawarkan dan dipilih sehingga akad bisa terjadi, jika harganya tidak diketahui maka batal jual belinya.

Begitu juga dengan penjelasan imam syafi'i-semoga Allah merahmatinya- beliau berkata :

Misalnya engkau berkata : "kujual barang kepadamu seharga 1.000 kontan ATAU 2.000 sampai setahun, maka  pilihlah harga yang kau inginkan atau harga yang ku inginkan".

Namun Ibnu Rif'ah menukil dari al-Qodhli bahwa masalah tidak bolehnya jual beli sepert itu adalah jika pembeli menerima dengan ketidak jelasan, adapun jika pembeli menerima dengan mengucapkan : "saya terima dengan harga 1.000 kontan", atau mengucapkan :"saya terima dengan harga 2.000 nyicil", maka jual belinya sah.

Kedua, misalnya penjual berkata : "aku jual budak laki laki ini kepadamu dengan harga 20 dinar dengan syarat kau menjual kepadaku budak perempuanmu dengan harga 10 dinar". Maka akad ini juga fasid karena digantungkan dengan syarat.

Dengan demikian, ada dua pendapat tentang jual beli dengan dua harga ini. Yang pertama, tidak boleh karena tidak ada kejelasan harga mana yang dipakai sehingga membingungkan pembeli. Kedua, boleh jika pembeli sudah memilih dan menetukan harganya sendiri, misalnya; harga baju 50 ribu kontan dan 70 ribu nyicil. Jika penjual dan pembeli kemudian ada kesepakatan 70 ribu nyicil selama lima bulan maka akad seperti ini sah menurut pendapat yang kedua. Wallahu a’lam bisshowab.

Referensi:

- ‘Aunul Ma'bud :

قال  الخطابي : وتفسير ما نهى عنه من بيعتين في بيعة على وجهين أحدهما : أن  يقول بعتك هذا الثوب نقدا بعشرة أو نسيئة بخمسة عشر ، فهذا لا يجوز لأنه لا  يدري أيهما الثمن الذي يختاره منهما فيقع به العقد ، وإذا جهل الثمن بطل  البيع انتهى.

قلت : وبمثل هذا فسر سماك رواه أحمد  ولفظه : قال سماك : هو الرجل يبيع البيع فيقول هو بنساء بكذا وهو بنقد بكذا  وكذا ، وكذلك فسره الشافعي رحمه الله فقال : بأن يقول : بعتك بألف نقدا أو  بألفين إلى سنة ، فخذ أيهما شئت أنت وشئت أنا.

ونقل  ابن الرفعة عن القاضي أن المسألة مفروضة على أنه قبل على الإبهام ، أما لو  قال : قبلت بألف نقدا أو بألفين بالنسيئة صح ذلك ، كذا في النيل.

ثم  قال الخطابي : والوجه الآخر أن يقول : بعتك هذا العبد بعشرين دينارا على  أن تبيعني جاريتك بعشرة دنانير ، فهذا أيضا فاسد ، لأنه جعل ثمن العبد  عشرين دينارا وشرط عليه أن يبيعه جاريته بعشرة دنانير ، وذلك لا يلزمه وإذا  لم يلزمه ذلك سقط بعض الثمن ، فإذا سقط بعضه صار الباقي مجهولا . قال :  وعقد البيعتين في بيعة واحدة على الوجهين الذين ذكرناهما عند أكثر الفقهاء  فاسد . وحكي عن طاوس أنه قال : لا بأس أن يقول له بعتك هذا الثوب نقدا  بعشرة وإلى شهرين بخمسة عشر فيذهب به إلى إحداهما   انتهى كلام الخطابي.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00