Menjaga Pandangan

Mutiara Alquran
Foto: 
ilustrasi

Menjaga Pandangan

Nusantaramengaji.com - Allah berfirman dalam surah An-Nur ayat 30 sebagai berikut:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya; Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".

Dr. Quraisy Syihab menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan; “Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang Mukmin sesuatu yang mengingatkan mereka akan perbuatan yang dapat mengarahkan kepada perzinaan dan menimbulkan tuduhan. Sesungguhnya mereka diperintahkan untuk tidak melihat sesuatu yang diharamkan, seperti aurat wanita dan anggota tubuh tempat meletakkan perhiasan pada wanita. Juga agar menjaga kemaluan mereka dengan cara menutupnya dan tidak melakukan hubungan yang dilarang. Etika seperti itu akan membuat mereka lebih terhormat, tersucikan dan terhindar dari perbuatan maksiat dan tuduhan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang mereka lakukan dan membalas itu semua”.

Sungguh pada abad ini hal yang paling sulit adalah menjaga pandangan dari apa yang dilarang oleh agama. Dunia seolah menggalkan seluruh pakaiannya sehingga semua aurat, semua aib terpampang dengan jelas di depan mata. Ujian umat ini semakin berat karena bagaimana bisa menghindari setiap kejadian yang dapat menjerumuskan pada dosa.

Namun, demkian Alquran telah menetapkan garis mana yang boleh dan tidak boleh dilewati. Sejatinya setiap garis atau aturan syariah itu dibuat bukan untuk kepentingan Allah karena buat apa Allah berbuat demikian jika Dirinya sudah serba Maha Segalanya. Artinya, syariah itu dibuat adalah untuk kita umat manusia agar tidak barbar seprti binatang, agar mulia sebagai manusia di sisi Allah. Menjaga pandangan adalah termasuk jalan/cara bagaimana kita tidak terjerumus dalam dunia kebinatangan. Karena dari pandanganlah semua bermula perbuatan buruk.

Dalam ayat di atas larangan tersebut tentunya terkait dengan perbuatan yang dapat menjerumuskan sesorang pada perbuatan zina. Karena zina merupakan dosa besar yang, konon menyebabkan adam dan hawa diusir dari surga. Dunia zina adalah dunia kebinatangan yang tanpa aturan dengan siapa saja ia menghendaki maka terjadilah.

Berbeda dengan manusia yang dilimpahi akal budi agar ia memahami hakekat dirinya dari mana ia berasal dan kemana ia kembali. Ada aturan main yang perlu dipatuhi bersama agar manusia tidak saling terkam satu sama lain. Aturan itu bernama syariah yang dapat mengatur dan menyelamatkan kehidupan manusia dari saling mementingkan dirinya sendiri dan demi tujuan akhir yang lebih baik (akherat).

Karena dari pandangan semua bermula maka jagalah pandangan dari hal-hal yang dilarang. Pandangan dapat menipu seseorang. Apa yang tamapk indah didepan mata bisa jadi buruk akibat setalahnya sebaliknya apa yang tampak buruk di depan mata sesungguhnya memiliki kebaikan dibaliknya.

Inilah makna kenapa kita harsu menjaga pandangan dengan sebaik-baiknya supaya tidak tertipu dengan kenyataan yang seolah-olah indah. Ingatlah bahwa neraka itu dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan mata/syahwat sebaliknya surga dikelilingi oleh sesuatu  yang tidak menyenangkan mata/syahwat. Wallau A’lam bisshowab. (Lutfi Sy)

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00