Menggugah Spiritualitas Kaum Buruh/Pekerja

Kolom
Foto: 
Ilustrasi

Menggugah Spiritualitas Kaum Buruh/Pekerja

Nusantaramengaji.com - Peringatan May Day Hari Buruh yang bertepatan 1 Mei, tak selalu dilakukan dengan berunjuk rasa dan turun ke jalan. Namun ada cara yang lebih bermakna seperti dilakukan oleh ratusan buruh di Bekasi yang mengikuti khataman Alquran bersama Nusantara Mengaji.

Berlokasi di Masjid Raya Puri Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Sabtu (21/4), lantunan ayat-ayat suci Alquran menggema dan mengetuk pintu langit untuk memanjatkan doa bagi perubahan nasib buruh dan tentunya pula mendoakan kondisi bangsa dan negara.

Kegiatan “ Buruh Mengaji” ini merupakan rangkaian acara yang diadakan Kemnaker bekerja sama dengan Yayasan Nusantara Mengaji dalam rangka menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) dengan tema "May Day is a Fun Day" tahun ini.

Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, dalam sambutannya mengatakan pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memperkuat aspek spiritual pekerja. Kegiatan “Buruh Mengaji” ini juga jadi momen tepat untuk berdoa agar perayaan May Day berlangsung damai dan aman.

"Kegiatan buruh mengaji ini bertujuan untuk memohon keselamatan, keberkahan, dan kesejahteraan bagi para pekerja Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia. Selain itu juga jadi momen yang sangat tepat untuk kita berdoa agar perayaan May Day Tahun 2018 berlangsung aman, damai, dan berkah," kata Hanif.

Pernyataan Hanif Dhakiri selaku Menteri Tenaga Kerja patut kita renungkan bersama mengingat para buruh/pekerja bukan mesin atau robot tanpa jiwa. Karena selama ini, buruh memang selalu diperlakukan seperti mesin-mesin pabrik yang harus terus memproduksi demi meraih keuntungan semata. Mereka bekerja siang dan malam tanpa nutri batin sehingga mereka seperti benda-benda hidup tanpa jiwa. Padahal buruh sebagaimana manusia pada umumnya memiliki aspek lahir dan batin.

Aspek lahirnya sudah terpenuhi dengan makan-dan minum tapi aspek batinnya kering dari nutrisi spiritual. Padahal aspek batin ini sangat penting ditanamkan agar para buruh menyadari posisinya sebagai orang yang diberi amanah untuk bekerja serta menjauhi nilai-nilai tercela. Di sinilah pentingnya mengajak buruh mengaji dan menghatamkan kitab sucinya sebagai nutrisi batin dengan harapan mereka kuat secara moral dan spiritual.

Dengan demikian, para buruh/pekerja selayaknya selalu berbuat untuk perubahan yang lebih baik dengan landasan moral yang luhur. Semua buruh/pekerja mempunyai tanggung jawab yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya dalam membangun bangsa dan negara. Adalah tugas para buruh/pekerja untuk ikut membangun bangsa melalui produktivitas, kreativitas, efektivitas, dan moralitas. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu memberdayakan seluruh potensi yang ada demi kesejahteraan rakyatnya.

Kerja itu memang penting tapi moralitas (akhlaqul karimah)  lebih penting karena kehidupan kadang di atas kadang di bawah. Kehidupan yang melulu hanya mengisi kesenangan lahiriyah tidak akan berlangsung lama bahkan ia bisa menjadi kuda liar yang sulit dikendalikan. Sedangkan kehidupan yang berlandaskan moralitas dan spiritualitas akan membawa pada kebahagiaan sejati. Di sinilah pentingnya penekanan mengaji dan menghatamkan Alquran sebagai penopang spiritualitas kaum buruh. Karena buruh juga manusia yang perlu diperlakukan sebagai manusia dengan penanaman moral dan spiritual agar tidak mudah menyeleweng dan bermental kuat. Hanya hewan saja yang tidak memiliki maoral-spiritual dan karenanya hewan menjadi liar dan tidak memiliki peradaban.

Oleh karena itu, dengan khataman Alquran, Allah SWT akan memberikan keberkahan hidup yang positif di masa depan baik di dunia maupun di akhirat. Dengan khataman Alquran kehidupan spiritual buruh bisa menjadi kuat, karakternya mantap, dan bisa lebih produktif.

Disamping itu, mengaji merupakan perintah Allah dan rasulnya dalam rangka menguatkan aspek spiritual sehingga menjadi modal penting meningkatkan produktivitas dan profesionalitas. Bagaimanapun juga Alquran adalah wahyu Allah yang memiliki daya dorong terbukanya pintu langit agar doa-doa yang dipanjatkan diijabah oleh Allah SWT.

Sejatinya kegiatan Buruh Mengaji ini merupakan ikhtiar membangun jati diri bangsa, terutama dalam menanamkan dan menguatan aspek moral dan spiritual para buruh dengan cara mengaji dan mengkhatamkan Alquran bersama.  Mengaji dan menghatamkan Alquran, disadari atau tidak, memiliki khasiat langsung dan tidak langsung dalam kehidupan. Orang yang istiqamah menghatamkan Alquran dipastikan akan memiliki karomah-karomah (kemuliaan) tertentu dihadapan Allah dan manusia. Seperti kata Ulama; istiqamah itu melahirkan karomah atau istqamah lebih baik dari seribu karomah, bahkan dapat diartikan istiqamah itu sendiri merupakan karomah.

Oleh karena itu, setiap kabaikan akan melahirkan kebaikan-kebaikan yang lainnya (berkah). Dengan hataman Alquran Bersama diharapkan para buruh dapat meningkatkan taraf hidup mereka menjadi lebih baik. Tidak hanya secara lahir berupa peningkatan harta benda tapi juga kuat moral dan spiritualnya sehingga tidak mudah terjerumus kedalam hal-hal yang dilarang.

Dengan menanamkan istiqamah dalam membaca dan menghatamkan Alquran maka para buruh/pekerja diharapakn menjadi pribadi-pribadi yang amanah dan jujur dalam menjalankan tugas-tugasnya. Karena bagaimanapun juga para buruh/pekerja merupakan tulang punggung perekonomian bangsa. Mereka adalah vitamin bagi ekonomi bangsa. Tanpa mereka negara akan lunglai tak berdaya. Namun yang dimaksud buruh sebagai vitamin di sini adalah buruh yang amanah, jujur serta professional dalam menjalankan kewajibannya. Wallahu A’lam bisshowab.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00