Mengenal Empat Tempo Bacaan Alquran

Mutiara Alquran
Foto: 
Ilustrasi

Mengenal Empat Tempo Bacaan Alquran

Nusantaramengaji.com - Allah berfirman dalam surah Al- Muzammil ayat 4 sebagai berikut:

أَوْ زِدْ عَلَيْهِ وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya; “……………….Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan (tartil)”.

Membaca Alquran adalah kewajiban bagi setiap muslim karena tanpa membaca seorang muslim akan kehilangan arah jalan hidupnya. Di dalamnya terkandung petunjuk dan penyejuk bagi jiwa-jiwa yang didera beragam kegelisahan. Setiap kalimat dan hurufnya mengandung makna yang hanya dapat dipahami oleh orang yang membacanya. Makna yang takkan pernah kering meski didatangkan tinta tujuh Samudra dan seluruh pepohonan menjadi pena.

Membaca Alquran bagi orang awam tidak harus paham maknanya, cukup dengan hanya mengetahui adab dan tata acara membacanya dengan baik dan benar. Maksudnya baik dan benar dalam hal makharijul huruf (tempat keluarnya huruf hijaiyah) dan tajwidnya. Menurut ulama ada empat macam tempo bacaan yang telah disepakati ahli tajwid, yaitu :

1.At-Tartil, yaitu membaca Alqur’an dengan tempo lambat/pelan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu tajwid, serta memperhatikan ma’nanya. Tempo bacaan inilah yang paling bagus, karena sesuai dengan perintah Allah dalam Surat Al-Muzammil.

2.At-Tahqiq, yaitu membaca Alqur’an dengan tempo lebih lambat dari tartil, tempo bacaan ini lazim di gunakan dalam mengajarkan bacaan Al-Qur’an.

3.At-Tadwir, yaitu membaca Alqur’an dengan tempo pertengahan, yaitu tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat (antara Tartil dan Hadr). Ukuran bacaan yang digunakan dalam tadwir adalah ukuran pertengahan, yaitu jika ada pilihan memanjangkan bacaan boleh 2, 4, atau 6 maka tadwir memilih yang 4.

4.Al-Hadr, yaitu membaca Alqur’an dengan cepat, namun tetap memelihara hukum-hukum tajwid. Cepat disini biasanya menggunakan ukuran terpendk selagi di bolehkan, seperti membaca mad jaiz dengan 2 harokat.

Syekh Al-Ahwazi pernah ditanya tentang bacaan "Al-Hadr", beliau menjawab :

"Al-Hadr adalah bacaan yang mudah, yang enak kata-katanya, namun tidak membuat orang yang membacanya keluar dari tabiat orang arab pedalaman dan pembicaraan orang-orang yang fashih setelah membaca dengan salah satu riwayat dari salah seorang imam dari beberapa imam qiro'ah berdasarkan ketentuan dalam hukum mad, hamzah, qoth', washol, tasydid, takhfif, imalah, tafkhim, ikhtilas dan ishba' . Jika kaedah-kaedah tersebut dilanggar maka ia dianggap orang yang bersalah".

Imam Malik Rodhiyallahu 'anhu juga pernah ditanya mengenai membaca dengan cara "al-hadr" ketika membaca Alquran, beliau menjawab : "Sebagian orang jika ia membaca dengan cepat itu lebih mudah baginya, sedangkan jika ia membaca dengan tartil malah salah, jadi semua tergantung dari bacaan mana yang dianggap mudah, dan ini adalah hal yang diluaskan (boleh memilih)".

Al-Qodhi Abul Walid Ath-Thorthusyi menjelaskan bahwa yang dimaksud dari perkataan Imam Malik tersebut adalah dianjurkan bagi setiap orang untuk membaca Alquran sesuai dengan kebiasaannya dan yang dianggap mudah baginya,sebab bila seseorang disuruhuntuk membaca dengan cara lain yang sulit baginya itu malah akan membuatnya berhenti membaca Alquran atau memperbanyak dalam membaca Alquran.

Dari uraian diatas, dapat dipahami bahwa membaca Alquran dengan cepat, dalam istilah ilmu tajwid dinamakan "al-hadr", dan bacaan seperti itu diperbolehkan, bahkan dianjurkan jika memang seseorang merasa lebih mudah membaca dengan cara tersebut, dengan ketentuan selama orang yang membaca dengan cara tersebut tetap menjaga agar bacaannya tidak menyalahi aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam ilmu tajwid. Bisanya bacaan model “al-hadr” ini dibaca oleh para huffadz yang sedang menghatamkan Alquran dalam satu majlis satu hari hatam.

Dengan demikian, kesimpulannya adalah ada empat macam tempo bacaan yang biasa dilakukan oleh seseorang dalam membaca Alquran dan semuanya diperbolehkan selama bacaannya sesuai dengan ketentuan yang ada dalam ilmu tajwid yang sudah disepakati ulama ahli tajwid baik yang membaca dengan cara tartil, tahqiq, tadwir dan hadr. Wallahu Alam Bisshowab.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00