Melukis Allah Dalam hati

Kolom
Foto: 
Ilustrasi

Melukis Allah Dalam hati

Dunia sebagaimana digambarkan kitab suci merupakan kenikmatan yang menipu (mata'ul ghurur). Di dalamnya penuh dengan ujian dan tipu daya. Barangsiapa yang sabar atas tipu daya tersebut, maka ia akan selamat sebaliknya jika ia terlena dan larut dengan buaiyannya maka ia akan celaka.

Oleh karena itu, syarat utama agar kita tidak terbuai dengan tipuan dunia adalah dengan memperbanyak dzikir dalam hati. Dengan dzikir setidaknya kita sedang melukis Allah dalam hati. Hal ini tidaklah mudah karena membutuhkan istiqamah yang kuat.

Bahkan diceritakan seorang ulama besar Syaikh Bahauddin Naqsyabandi, pendiri thariqah Naqasyabandiyah, pada awal-awal suluknya, setelah sekian lama belum mampu mengukir Allah dalam hatinya sampai kemudian beliau bertemu dengan nabi Khidir dan menyarankan untuk bertemu dengan syakh Abdul Qadir Al Jailani, barulah beliau mampu mengukir lafad Allah dalam hatinya.

Sulitnya melukis lafad Allah dalam hati bisa jadi disebabkan oleh banyaknya dosa yang telah kita lakukan atau karena terlalau banyak urusan dunia yang tersimpan dalam hati sehingga susah menghadirkan Allah dalam hati. Karena tidak mungkin Allah bersanding dengan dunia/makluk yang satu pasti ada yang dikalahkan. Artinya, jika hatimu dipenuhi oleh urusan dunia maka tidak mungkin/ sulit menghadirkan Allah dihati kita. Sebaliknya jika Allah memenuhi hati kita maka segala hal yang berkaitan dengan makhluk akan tersingkir dengan sendirinya.

Dengan demikian tidaklah mengherankan jika para wali Allah sejenak saja lalai hatinya dari Allah maka mereka akan bertaubat dengan penuh kesungghuhan sehingga hal-hal yang berkitan dengan urusan duniawi sama sekalai terabaikan. Bukan karena sengaja menyepi atau menelantarkan keluarga tapi memang ketika Allah sudah memenuhi hati seorang hambanya bagaimana ia sempat berfikir tentang yang lainnya/makhluknya.

Bersama Allah mereka merasa bahagia, rindu, dan asyiq tak terkirakan bagaimana bisa dan mau ditukar dengan yang lain. Di sinilah pentinganya dzikir sebagai langkah melukis Allah hati sebagaimana dilakukan oleh Nabi, sahabat dan salafus sahlih tanpa sedetikpun lalai dari dzikir kepada Allah.  

Maulana Habib Luthfi Bin Yahya mengatakan; Di antara penyebab kesusahan adalah dosa, dan dosa pula yang menyebabkan tertutupnya hati. Letaknya segala kesusahan-tidak dimana-mana- melainkan di dalam hati. Demikian juga iman, letaknya dalam hati. Di tama ada bunga yang keharumannya luar biasa, farfum paling wangi sekalipun tidak bisa menandinginya. Tapi karena hidungnya sakit, bau wangi bunga tidak tercium.

Hati yang sakit itu, bisa disebabkan suudzan (buruk sangka), dengki dan senang kalau orang lain mendapat musibah. Nah, hati yang sakit ini kalau tidak di “cuci”, di “bersihkan”, jika dibiarkan hati akan mati. Penyebab itu semua adalah goflah, lalai kepada Allah. Karena bahanya goflah begitu luar biasa, para kekasih Allah goflah, lalai, kepada Allah sedetik saja ia akan bertaubat dengan sungguh-sungguh.

Saat kita lalai kepada Allah, ukiran Allah dalam hati kita akan hilang. Ketika ukiran Allah hilang dari hati, kita tidak merasa kehilangan, tapi kalau kehilangan harta, dunia, susahnya minta ampun. Kita ingat Allah ketika ditimpa musibah, itupun hanya sepintas lalu.

Pada zaman Nabi saw, ada seorang sahabat yang cacat, kaki, tangan, dan matanya tidak berfungsi. Akibat luka yang dideranya saat berperang bersama Nabi saw. Para sahabat menangis, iba ketika melihatnya.

Tapi sahabat itu menjawab, saya tidak sedih, tangan, kaki, dan mata saya cacat, sebab Allah melekat dalam hati. Apakah artinya jika kaki utuh, tangan utuh, mata utuh, telinga utuh jika Allah tidak ada dalam hati.

Oleh sebab itu, sebagaimana dijelaskan di atas, para kekasih Allah, wali Allah lupa satu detika saja, atau lebih cepat dari 1 detik, harus bertaubat, yang bisa mengobati itu semua adalah taubat. (Lutfi Sy)

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00