Maksiat Tersembunyi

Mutiara Alquran
Foto: 
ilustrasi

Maksiat Tersembunyi

Nusantaramengaji.com - Allah berfirman dalam surah An-Nisa’ ayat 108

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلَا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لَا يَرْضَىٰ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطًا

Artinya; Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak redlai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan.

Menurut Ibnu Katsir, ayat ini merupakan penyangkalan terhadap orang-orang munafik yang berupaya menyembunyikan karakter busuk mereka dari orang lain agar mereka tidak disangkal. Akan tetapi, perihal mereka itu pasti tampak bagi Allah, karena Allah mengetahui rahasia-rahasia mereka, serta apa yang ada dalam batin mereka.

Hal tersebut juga diperkuat dalam sebuah hadits hasan riwayat Ibnu Majah dari Tsauban, Nabi bersabda:

عَنْ ثَوْبَانَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ قَالَ : لأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِى يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا . قَالَ ثَوْبَانُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لاَ نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لاَ نَعْلَمُ. قَالَ : أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنَ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

Artinya: Dari Tsauban, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Sungguh aku mengetahui suatu kaum dari umatku datang pada hari kiamat dengan banyak kebaikan semisal Gunung Tihamah. Namun Allah menjadikan kebaikan tersebut menjadi debu yang bertebaran.” Tsauban berkata, “Wahai Rasulullah, coba sebutkan sifat-sifat mereka pada kami supaya kami tidak menjadi seperti mereka sedangkan kami tidak mengetahuinya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun mereka adalah saudara kalian. Kulit mereka sama dengan kulit kalian. Mereka menghidupkan malam (dengan ibadah) seperti kalian. Akan tetapi mereka adalah kaum yang jika sendirian mereka merobek tirai untuk bisa bermaksiat pada Allah.”

Menurut ulama apa yang dimaksud dengan amal terhapus karena dosa diam-diam itu adalah orang yang menampakkan perbuatan baik di depan banyak orang, namun dia tidak takut berbuat dosa ketika ia sedang dalam keadaan sendiri atau dalam lingkungan sesama pendosa.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui yang tampak maupun yang tersembunyi. Setiap amal yang dialkukan oleh manusia meski terlihat bagus dan baik belum tentu dihadapan Allah juga seperti itu sehingga yang perlu kita perhatikan adalah niat kita dan keikhlasan dalam beramal. Jangan sampai apa yang kita lakukan menjadi sia-sia karena mengharap pujian manusia (riya) dan mendapatkan amal-amal kita hangus seperti halnya api membakar kayu bakar. Artinya, kertika kita dihadapan manusia membaguskan amal-kita kita tapi jika sendirian kita malas-malasan  bahkan berani berbuat maksiat kepada Allah SWT.

Allah dan rasulnya telah mengajarkan kepada kita untuk bersikap jujur dan ikhlas dalam beramal. Hal ini memang tidaklah mudah dan perlu dilatih secara terus menerus karena kecenderungan manusia itu senang dipuji dan hormati. Tapi pintu kesenangan dipuji dan dihargai merupakan salah satu pintu setan untuk membelokkan semua amal kita sehingga kita terkadang menjadi orang munafik karena dua hal tersebut. Jadi, cara melawannya adalah dengan cara sebaliknya yaitu kalau beramal harus jujur dan ikhlas walau itu harus atau seolah-olah mengorbankan martabat kita dihadapan manusia tapi tidak dihadapn Allah. Jangan hanya karena pujian dan harga diri semua amal kita lenyap didapan Allah SWT. Wallau A’lam.   

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00