Jemput Karunia Terindah Sebagai “Penjaga” Kalam Allah

Oleh: Siti Nadlifah
Mahasiswi Istitut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Jurusan Ilmu Alquran dan Tafsir, Penerima Beasiswa Hafiz Berprestasi Nusantara Mengaji

Manusia hakikatnya selalu ingin tahu tentang segala hal, bahkan tujuannya hadir di dunia, dari manakah hidup ini, untuk siapa dan kenapa harus ada kehidupan. Saat berada dipuncak kebingungan, di titik inilah hati terasa akan kembali kepada Sang Pemilik sesungguhnya.

Allah tidak pernah membiarkan makhluk-Nya sendiri di saat ia benar-benar mencari tujuan hidup ini. Karena tak lain hidup ini hanyalah pemberian-Nya, maka Dia lah pemilik sejatinya, apapun yang kita lakukan semata hanya untuk beribadah kepada-Nya, sesuai dengan firman-Nya dalam Q.S. adz-dzariyat (51) ayat 56, “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku”.

Allah begitu menyayangi hamba-Nya. Rahmat Allah yang tak terbatas itu diberikan untuk siapapun yang Dia kehendaki. Hati yang kotor ini sangatlah pantas untuk malu, dikala nikmat-Nya menghampiri antara malu dan terharu, raga yang tak pernah luput dari dosa, lisan yang senantiasa tergelincir ke dalam omongan nafsu belaka, hati yang mudah berprasangka tak pantas kepada-Nya, tetapi Dia tak henti-hentinya mencurahkan nikmat-Nya. Sama sekali bukan untuk menolak, tetapi terharu melihat semua ini.

Allah memberikan beragam cara agar hamba-Nya bisa dekat dengan-Nya. Allah telah menghendaki dengan turunnya Alquran agar kita bisa kapan saja berinteraksi dengan-Nya. Suatu kenikmatan luar biasa saat Allah menghendaki hambanya selalu dekat dengannya (Alquran), membaca, menghafal, mempelajarinya. Ya, memperbanyak waktu dengannya.

Sahabat pernahkah berfikir, tidak semua makhluk-Nya diberi kesempatan mengenal Alquran, kalam Allah yang berisi petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan yang dikehendaki-Nya, janji dan ancaman-Nya sebagai perantara manusia untuk lebih dekat dengan-Nya.

Seorang “penjaga” Alquran (hafiz Alquran) akan merasa berbeda, bahkan aneh saat dirinya berada diluar titik kebaikan, hal mana dia kala itu condong pada kemauan nafsu syaitan. Karena Alquran begitu “sensitif”, dia tidak dapat disandingkan dengan sikap yang tak pantas. Dia ibarat alarm khusus dari Allah bagi mereka yang sunguh-sungguh menjaga Alquran.

Bagi siapapun yang telah diberikan kesempatan untuk mengenal Alquran, terlebih kesempatan lihifdzil Qur’an (menghafalnya), bersyukurlah kepada Allah dengan mengaplikasikan kandungannya ke dalam praktik kehidupan, karena itu akan membuka jalan yang luas untuk memperoleh ridho-Nya. Karena Alquran bukan sebagai amalan lisan belaka, tapi dia sangat terkait dengan praktik lahiriyah.

Sebagaimana para “penjaga” Alquran pada zaman Rasulullah SAW. Ada tujuh hafiz yang disebutkan dalam sahih Bukhari melalui tiga riwayat yaitu Abdullah bin Mas’ud, Salim bin Ma’qal, Mu’az bin Jabal, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Sabit, Abu Zaid bin Sakan dan Abu Darda’. Mereka hafiz bukan karena hanya mampu menghafalnya saja, tetapi juga memahami ayat-ayatnya, mempelajari hukum-hukumnya, mengamalkan kandungannya, menjaga sikap dari hal yang dapat menjauhkan mereka dari ayat-ayat-Nya, tidak lain agar memperoleh Ridla dan semakin dekat kepada-Nya.

Mari kita benahi hati dan sikap ini. Kita luruskan niat untuk menjadi “penjaga” Alquran sebenar-benarnya. Karena di samping tanggung jawab, tentu terdapat karunia yang tak ternilai harganya.

Kita sinkronkan antara hati, perbuatan dan tujuan hidup ini sesuai perintah Allah yang termaktub dalam Alquran. Kita sadarkan jiwa ini untuk selalu mengingat bahwa hidup ini sudah terjalin hubungan dengan hal yang besar, sesuatu yang tidak bisa dibuat mainan ataupun candaan, sesuatu yang dengannya mampu membuka jalan untuk menghantarkan kita menjadi hamba yang terbaik disisi-Nya, yaitu Alquran. Semoga bermanfaat.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00