Istiqamah Melahirkan Karomah

Kolom
Foto: 
ilustrasi

Istiqamah Melahirkan Karomah

Nusantaramengaji.com - Di dalam Alquran sudah disebutkan bahwa Allah mencipta Jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. namun, untuk bisa istiqomah menjadi seorang hamba tidaklah mudah. Banyak segala rintangan yang datang dari iblis/setan untuk memalingkan manusia dari kesejatian dirinya. Diri yang sejati adalah pengabdian secara total kepada yang mencipta dan memberi bermacam anugerah kepaa kita atau majikan kita. Tanpa rahman dan rahim sang majikan tidaklah kita dapat hidup damai, tentram dan sejahtera.

Memahami kesejatian ini memang tiaklah mudah karena membutuhkan riyadhah dan mujahadah bertahun-tahun bahkan sepanjang hayat. Padahal kunci memahami diri ini adalah kunci memahami sang Pencipta. Dibutuhkan kejegan/ keistiqomahan dalam memahami diri untuk mencapai Sang Ilahi. Betapa pentingnya istiqomah ini sehingga perbuatan ini sangat dicintai Allah. Maksud istiqomah di sini adalah terus-menerus melakukan kebaikan meski sedikit demi sedikit serta sabar dalam ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadisnya Rasulullah Saw, bersabda :

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلىَ اﷲِأَدْومُهَا وَإِنْ قَلَّ (رواه الشيخان عن عائشة

“Pekerjaan-pekerjaan (yang baik) yang lebih disukai Allah adalah pekerjaan yang terus-menerus (dawwam) dikerjakan walaupun pekerjaan itu sedikit”. (HR. Bukhari dan Muslim dari ‘Aisyah).

Bahkan ada sebuah maqola yang berbunyi bahwa “Istiqamah itu lebih utama ketimbang seribu karamah”. Kenapa demikian ? karena istiqomah berarti berperang melawan hawa nafsu, terus-menerus berada dalam ketaatan,  ikhlas, semata-mata karena Allah, sedangkan karomah terkadang justru mengandung tipuan baik diawal maupun diakhir sebuah pendakian  kehadhirat Allah karena karomah dapat dimiliki oleh orang yang tidak istiqamah dan taat kepada Allah. Artinya, orang seperti tukang sihir dapat juga melakukan hal yang luar biasa.

Seorang arif billah, Ibnu Athaillah mengatakan; kadangkala karomah itu diberikan kepada orang yang tidak istiqamah. Maksudnya adalah karomah yang merupakan kemampuan luar biasa seperti bisa berjalan di atas air atau terbang di udara tidak mesti menunjukkan seorang waliyullah yang istiqamah tapi bisa jadi dimiliki oleh orang yang biasa saja yang sebab latihan tertentu ia memiliki keahlian yang luar biasa tersebut.

Sedangkan bagi orang-orang ahli hakikat  karomah itu adalah kondisi istiqamah itu sendiri yang merupakan anugerah dari Allah yang luar biasa, jadi bukan kejadian-kejadian yang luar biasa. Karena tukang sihirpun dapat melakukan hal-hal yang sama. Intinya adalah rujukan dan sandaran istiqamah adalah keabshahan iman kepada Allah Azza Wa Jalla dan mengikuti segala yang diajarkan baginda Nabi Muhammad SAW secara lahir dan bathin.

Oleh karena itu, Abu Yazid al-Busthami pernah berkata “Bila seseorang mampu menggelar sajadah tempat shalatnya di atas air, mampu duduk bersila diudara maka janganlah sesekali kalian tertipu hingga kalian jumpai bagaimana dirinya dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah”.

Ketika ditanyakan pada Abu Yazid “Sesungguhnya si fulan mampu berjalan disatu malam menuju Makkah”

Beliau menjawab “Sesungguhnya syetan mampu berjalan dari ujung timur keujung barat dalam sekejap mata”

Ditanyakan pada Abu Yazid “Sesungguhnya si fulan mampu berjalan di atas air”

Beliau menjawab “Ikan-ikan di air, burung-burung yang terbang di udara lebih menakjubkan ketimbang hal itu”.

Maka dari itu, istiqamahlah dalam arti bersungguh-sungguh menjalankan syariat, Thariqah dan hakikat karena sesungguhnya istiqamah itu lebih utama ketimbang seribu karamah. Istiqamah adalah berpegangteguh pada akidah yang benar, melanggengkan diri pada ilmu yang bermanfaat, beramal shalih, ikhlas, selalu hadir dan khusyu’ di hadhirat Allah serta berpaling dari selain Allah.

Tidak diragukan bahwa “Istiqamah lebih utama ketimbang seribu karamah” karena jalan istiqamah lebih sulit ketimbang menapaki titian yang membentang dihari kiamat meski ia lebih lembut ketimbang rambut, lebih pahit ketimbang kesabaran, lebih tajam ketimbang mata pedang dan lebih terik ketimbang musim panas.

Dengan demikian, mendaatkan karomah bukanlah tujuan dari hamba Allah tapi yang lebih penting adalah istiqamah terhadap seluruh perintah Allah dan menjauhi larangannya. Kelebihan istiqamah dari karomah adalah karena karomah dapat menipu dan memalingkan seseorang dari Allah sedangkan istiqomah justru mengajegkan/memperkokoh seseorang untuk selalu hadir dihadapan Allah. Salah satu ciri kewalian seseorang bukanlah terletak pada karomahnya tapi pada istiqamah/konsekuen apa tidak terhadap perintah dan larangan Allah SWT.

Oleh karena itu, dalam meniti jalan menuju Allah janganlah mengharap karomah (kemampuan luar biasa) tapi mohonlah untuk tetap istiqamah dalam ketaatan kepadaNya. Hanya dengan istiqamah dalam beribadah dan beramal shalih niscaya kesejatian kita sebagai hamba akan tercapai dengan baik. Dengan kata lain, penghambaan yang sempurna kepada  Allah akan melahirkan beragam anugrah dariNya dari arah yang tidak disangka-sangka termasuk di dalamnya kemungkinan dalam bentuk karomah. Artinya, istiqamah dapat memunculkan karomah sebaliknya karomah belum tentu muncul dari istiqamah. Wallahu A’lam Bisshowab.   

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00