Hukum Menyentuh Alquran Tanpa Wudhu

Fikih
Foto: 
ilustrasi

Hukum Menyentuh Alquran Tanpa Wudhu

Nusantaramengaji.com - Alquran adalah Kalam Allah yang suci dan mulia. Tidak sembarang orang boleh menyentuh dan membawanya. Hanya orang beriman dan suci dari hadas yang diperkenankan menyentuh dan membawanya. Meski ada yang membolehkan menyentuhnya tanpa wudhu/berhadas namun mayoritas ulama mengharamkannya sehingga jika tidak dalam kedaan darurat maka dilarang menyentuh atau membawanya.

Pendapat yang membolehkannya dikatakan oleh Imam Daud Bin ‘Ali, Hammad Bin Abu Sulaiman dan Hakam Bin ‘Uyainah sedangkan Madzhab Syafi’i dan mayoritas Ulama sebagaimana pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Malik dan Imam Ahmad menghukumi keharaman menyentunya tanpa wudhu;

Imam Syafi’i Ra berkata “Tidak boleh membawa dan memegang mushaf kecuali dalam kondisi suci”.

Al-Mawardi berkata “Keteragan ini seperti ungkapan beliau : Wajib bersuci saat membawa dan memegang mushaf dan tidak boleh membawanya bagi orang yang tidak ada kesucian dari hadats padanya”.

Imam Daud Bin ‘Ali berkata “Boleh membawanya tanpa kondisi suci”, pendapat ini selaras dengan Hammad Bin Abu Sulaiman, Hakam Bin ‘Uyainah dengan berdalih bahwa nabi Muhammad SAW menyurati Kaisar Hiraql dengan tulisa BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM, QUL YAA AHLAL KITAABI TA’AALAU ILAA KALIMATIN SAWAAIN BAINANAA WA BAINAKUM (QS. Ali Imron) sementara nabi jelas tahu bahwa sang Kaisar akan memegangnya dan bahkan memindah tangankannya pada para pengikutnya dengan tanpa kondisi suci.

Mereka berkata “Dan karena kondisi suci saat membacanya tidak diwajibkan maka tentu lebih tidak diwajibkan suci saat membawa sesuatu yang tertulisi Alquran”. Mereka menambahkan “Dan karena menutup aurat tidak diwajibkan dalam membacanya maka bersuci saat membawanya juga tidak”

Adapun argumen kalangan Syafi’iyyah yang mengharuskan kondisi suci saat membawa dan memegangnya adalah :

• Firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya Alqur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz), tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan. Diturunkan dari Tuhan semesta alam.“ (QS. 56:77-80.)

Yang dikendaki dalam ayat diatas tentunya Alquran yang lebih dekat penuturannya (diturunkan), bukan Alquran yang di Lauh al-Mahfudz karena ia tidak diturunkan dan memegangnya juga tidaklah mungkin.

• Diriwayatkan dari Abdullah Bin Abu Bakar, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW menyurati Amr Bin Hazam saat diutus ke Najran “Janganlah menyentuh mushaf kecuali engkau suci”.

Diriwayatkan dari Hakim Bin Hizaam, sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda “Janganlah menyentuh mushaf kecuali engkau suci”. Dikatakan “Yang dimaksud suci pada dua hadits di atas adalah Muslim”.

Namun ada riwayat sebuah hadits dari Ibn Umar bahwa nabi bersabda “Janganlah menyentuh mushaf kecuali engkau suci” maka batallah pentakwilan makna hadits diatas dengan arti "kecuali engkau muslim".

Para sahabat Nabi pun seperti Ali Bin Abu Thalib, Sa’ad Bin Abu Waqash, Abullah Bin Amr sepakat dan tidak ada perselisihan dalam hal ini, dan oleh karena mensucikan mushaf dari najis menjadi keharusan maka mensucikannya dari hadats juga berhak untuknya sebagaimana hukum yang berlaku pada shalat.

Sedang jawaban surat nabi Muhammad SAW pada Kaisar Hiraql, sesungguhnya sang Kaisar adalah orang musrik/kafir dan menjadikannya tolak ukur dalam sebuah hukum adalah dilarang dan lagi tulisan tersebut adalah surat yang didalamnya memuat ajakan memeluk islam dan bukan Alquran itu sendiri yang menjadi tujuannya maka diperbolehkan demi tujuan ajakan tersebut. 

Jika ditanyakan “Membaca Alquran hukumnya lebih berat padahal sang Kaisar bukanlah muslim maka jawabnya “Apakah engkau tidak tahu bahwa orang kafir tidak dilarang membaca Alquran tapi dilarang memegangnya, begitu juga orang yang hadats”.

Kesimpulanya, orang yang punya hadas kecil atau besar tidak boleh menyentuh dan membawa Alquran tapi boleh membaca, mendengarkannya. seperti orang Kafir yang boleh membaca dan mendengarkannya tapi tidak boleh menyentuhnya kecuali ia (menurut sebagian ulama) berniat masuk agama islam. wallahu a'lam bisshowab.

1.Al-Haawi al-Kabiir al-Mawardi I/241-243

مَسْأَلَةٌ : وُجُوبُ الطَّهَارَةِ لِحَمْلِ الْمُصْحَفِ وَمَسِّهِ قَالَ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : وَلَا يَحْمِلُ الْمُصْحَفَ وَلَا يَمَسُّهُ إِلَّا طَاهِرًا .

قَالَ الْمَاوَرْدِيُّ : وَهَذَا كَمَا قَالَ الطَّهَارَةُ وَاجِبَةٌ لِحَمْلِ الْمُصْحَفِ وَمَسِّهِ ، وَلَا يَجُوزُ أَنْ يَحْمِلَهُ مَنْ لَيْسَ بِطَاهِرٍ وَقَالَ دَاوُدُ بْنُ عَلِيٍّ : يَجُوزُ حَمْلُهُ بِغَيْرِ طَهَارَةٍ ، وَبِهِ قَالَ حَمَّادُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ وَالْحَكَمُ بْنُ عُيَيْنَةَ اسْتِدْلَالًا بِمَا رُوِيَ أَنَّ النَّبِيَّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} كَتَبَ إِلَى قَيْصَرَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ قُلْ يَاأَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَى كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ [ آلِ عِمْرَانَ : ] .

وَقَدْ عَلِمَ مِنْ حَالِهِمْ أَنَّهُمْ يَمَسُّونَهُ وَيَتَدَاوَلُونَهُ عَلَى غَيْرِ طَهَارَةٍ ، قَالُوا : وَلِأَنَّ الطَّهَارَةَ لَمَّا لَمْ تَجِبْ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ فَأَوْلَى أَلَّا تَجِبَ بِحَمْلِ مَا كُتِبَ فِيهِ الْقُرْآنُ ، قَالُوا : وَلِأَنَّ كُلَّمَا لَمْ يَكُنْ سَتْرُ الْعَوْرَةِ مُسْتَحَقًّا فِيهِ لَمْ تَكُنِ الطَّهَارَةُ مُسْتَحَقَّةً فِيهِ كَأَحَادِيثِ النَّبِيِّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} وَكُتُبِ الْفِقْهِ .

وَدَلِيلُنَا قَوْلُهُ تَعَالَى : إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ [ الْوَاقِعَةِ : ] .

وَمَعْلُومٌ أَنَّ الْقُرْآنَ لَا يَصِحُّ مَسُّهُ فَعَلِمَ أَنَّ الْمُرَادَ بِهِ الْكِتَابُ الَّذِي هُوَ أَقْرَبُ الْمَذْكُورِينَ إِلَيْهِ وَلَا يَتَوَجَّهُ النَّهْيُ إِلَى اللَّوْحِ الْمَحْفُوظِ ؛ لِأَنَّهُ غَيْرُ مُنَزَّلٍ وَمَسُّهُ غَيْرُ مُمْكِنٍ ، وَرُوِيَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ أَنَّ النَّبِيَّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} كَتَبَ إِلَى عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ حِينَ بَعَثَهُ إِلَى نَجْرَانَ : ” أَلَّا تَمَسَّ الْمُصْحَفَ إِلَّا وَأَنْتَ طَاهِرٌ ” ، وَرَوَى حَكِيمُ بْنُ حِزَامٍ أَنَّ النَّبِيَّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} قَالَ : ” لَا تَمَسَّ الْمُصْحَفَ إِلَّا طَاهِرًا ” ، فَإِنْ قِيلَ أَرَادَ بِقَوْلِهِ إِلَّا طَاهِرًا يَعْنِي : إِلَّا مُسْلِمًا .

قِيلَ : فَقَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ {صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} قَالَ لَهُ : ” لَا تَمَسَّ الْمُصْحَفَ إِلَّا وَأَنْتَ طَاهِرٌ ” فَبَطَلَ هَذَا التَّأْوِيلُ ، وَلِأَنَّهُ إِجْمَاعُ الصَّحَابَةِ رَوَى ذَلِكَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ ، وَسَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ ، وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو لَيْسَ لَهُمْ فِي الصَّحَابَةِ مُخَالِفٌ ، وَلِأَنَّهُ لَمَّا كَانَ التَّطْهِيرُ مِنَ النَّجَاسَةِ مُسْتَحَقًّا كَانَ التَّطْهِيرُ مِنَ الْحَدَثِ مُسْتَحَقًّا فِيهِ كَالصَّلَاةِ .

فَأَمَّا الْجَوَابُ عَنْ كِتَابِهِ إِلَى قَيْصَرَ فَمِنْ وَجْهَيْنِ : أَحَدُهُمَا : أَنَّ قَيْصَرَ كَانَ مُشْرِكًا وَالْمُشْرِكُ مَمْنُوعٌ مِنْ مَسِّهِ بِالِاتِّفَاقِ فَلَمْ يَكُنْ فِيهِ دَلِيلٌ .

وَالثَّانِي : أَنَّهُ كَانَ كِتَابًا قَدْ تَضَمَّنَ مَعَ الْقُرْآنِ دُعَاءً إِلَى الْإِسْلَامِ ، فَلَمْ يَكُنِ الْقُرْآنُ بِنَفْسِهِ مَقْصُودًا فَجَازَ تَغْلِيبًا لِلْمَقْصُودِ فِيهِ ، وَأَمَّا الْجَوَابُ عَنْ قَوْلِهِمْ : إِنَّ تِلَاوَةَ الْقُرْآنِ أَغْلَظُ حُكْمًا فَهُوَ أَنَّهُ غَيْرُ مُسَلَّمٍ أَلَا تَرَى أَنَّ الْكَافِرَ لَا يَمْنَعُ مِنْ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَيَمْنَعُ مِنْ مَسِّ الْمُصْحَفِ فَكَذَلِكَ الْمُحْدِثُ

 

2. Al-Majmuu’ Alaa Syarh al-Muhadzdzab II/72

(فرع) في مذاهب العلماء في مس المصحف وحمله مذهبنا تحريمهما وبه قال أبو حنيفة ومالك وأحمد وجمهور العلماء

* وعن الحكم (1) وحماد وداود يجوز مسه وحمله وروى عن الحكم وحماد جواز مسه بظهر الكف دون بطنه

* واحتجوا بان النبي صلى الله عليه وسلم كتب إلى هرقل كتابا فيه قرآن وهرقل محدث يسمه وأصحابه ولان الصبيان يحملون الالواح محدثين بلا انكار ولانه إذ لم تحرم القراءة فالمس أولى وقاسوا حمله على حمله في متاع

* واحتج أصحابنا بقول الله تعالى (انه لقرآن كريم في كتاب مكنون لا يمسه الا المطهرون تنزيل من رب العالمين) فوصفه بالتنزيل وهذا ظاهر في المصحف الذى عندنا…والجواب عن قصة هرقل ان ذلك الكتاب كان فيه آية ولا يسمى مصحفا وأبيح حمل الصبيان الالواح للضرورة وأبيحت القراءة للحاجة وعسر الوضوء لها كل وقت وحمله في المتاع لانه غير مقصود وبالله التوفيق

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00