Hukum Main Game On Line

Fikih

Hukum Main Game On Line

Nusantaramengaji.com - Dunia teknologi  sudah semakin canggih. Terutama dalam bidang teknologi informasi serta perangkat-perangkat yang menyertainya. Tak terkecuali dunia “game” yang juga semakin maju dan mudah diakses baik oleh kalangan dewasa, remaja, bahkan anak-anak. Banyak para orang tua membelikan anak-anaknya gaget dengan aplikasi game yang bejibun dengan tujuan si anak bisa duduk diam dan tidak rewel. Si orang tua sendiri juga tidak ketinggalan yang pada awalnya hanya ingin mengisi kekosongan waktu luang kemudian menjadi kecanduan dan tidak jarang menjadi ajang perjudian. Pertanyaannya bolehkan bermain game di internet atau medsos seperti FB dan lain sebagainya.

Jawabannya; menurut Syaikh Sulaiman bin Mansur dalam kitabnya Hasyiah Jamal Alal Minhaj megatakan; Hukum memainkannya adalah MAKRUH sebagaimana bermain dadu dan catur dengan catatan selama tidak ada unsur perjudian, tidak melalaikan sholat dan tidak bermain bersama orang yang meyakini keharamannya, sama seperti halnya bermain catur, hanya saja para ulama lebih memandang positif terhadap permainan catur daripada bermain dadu (spekulasi).

Menurut beliau; “Perbedaan antara permainan dadu dan catur yang dihukumi makruh jika tidak menggunakan uang. Maksudnya adalah bahwa permainan catur berdasarkan perhitungan yang cermat dan olah pikir yang benar, dalam permainan catur terdapat unsur penggunaan pikiran dan pengaturan strategi yang benar. Sedangkan permainan dadu berdasarkan spekulasi yang menyebabkan kebodohan dan kedunguan yang maksimal.

Menurut Imam Rofi’i hukum dadu dan catur tersebut bisa di analogkan pada semua bentuk permainan dan segala hal dan segala hal yang berdasarkan hitung-hitungan dan pikiran seperti alminqolat dan assijah (jenis permainan di arab) yakni permainan dengan membentuk garis dan lobang-lobang untuk mengisi bebatuan yang di lakukan dengan perhitungan tersendiri. Permainan semacam ini tidak haram, sedangkan semua jenis permainan yang berdasarkan spekulasi hukumnya haram “.

Sedangkan syaikh Zainuddin bn Abdul Aziz Al Malibary dalam kitabnya Fathul Mu’in mengatakan; Bermain catur hukumnya makruh bila tidak disertai salah satu ketentuan berikut :

Pertama; Disertai dengan harta dari kedua pemain atau salah satunya (karena berarti judi)

Kedua; Keasyikan bermainnya tidak sampai meninggalkan sholat meskipun karena meninggalkannya karena unsur lupa,

Ketiga; Tidak bermain bersama orang yang berkeyakinan mengharamkan catur tersebut

Bila ada salah satu ketentuan di atas maka bermain catur menjadi haram.

Kesimpulannya bermain game dihukumi sama dengan bermain dadu atau catur dan selama tidak melanggar syariat seperti perjudian atau melalaikan ibadah wajib , yaitu makruh. Tapi jika disertai uang/harta, menjadi lalai, maka hukumnya menjadi haram. Wallohu a'lam bisshowab.

Rujukan Kitab;

1.       Hasyiah Jamal alal Minhaj; X/749

وفارق النرد الشطرنج حيث يكره إن خلا عن المال بأن معتمده الحساب الدقيق والفكر الصحيح ففيه تصحيح الفكر ونوع من التدبير ومعتمد النرد الحزر والتخمين المؤدي إلى غاية من السفاهة والحمق قال الرافعي ما حاصله ويقاس بهما ما في معناهما من أنواع اللهو وكل ما اعتمد الفكر والحساب كالمنقلة والسيجة وهي حفر أو خطوط ينقل منها وإليها حصى بالحساب لا يحرم ومحلها في المنقلة إن لم يكن حسابها تبعا لما يخرجه الطاب الآتي وإلا حرمت وكل ما معتمده التخمين يحرم

2.       Fathul Muin; IV/285

واللعب بالشطرنج بكسر أوله وفتحه معجما ومهملا مكروه إن لم يكن فيه شرط مال من الجانبين أو أحدهما أو تفويت صلاة ولو ب.نسيان بالاشتغال به أو لعب مع معتقد تحريمه وإلا فحرام ويحمل ما جاء في ذمه من الأحاديث والآثار على ما ذكر

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00