Hukum Foto Selfie Dengan Lawan Jenis

Fikih
Foto: 
ilustrasi

Hukum Foto Selfie Dengan Lawan Jenis

Nusantaramengaji.com - Dunia mengalami kemajuan yang begitu pesat terutama dalam bidang tekhnologi informasi. Kemajuan ini jika tidk di sikapi dengan bijak akan berdampak buruk pada perkembangan moral manusia. Karena dengan kemajuan IT ini dunia seolah telajang bulat yang bisa dinikmati oleh siapapun. Tidak ada kejadian di dunia ini yang tidak dapat diketahui oleh manusia dibelahan dunia lain. Tekhnologi Hp terutama dapat merekam seluruh kejadian dengan sangat lengkap dan terbuka.

Tidak jarang apa yang terjadi atau moment yang kita alami kita rekap baiak dalam bentuk poto atau vidio melanggar batas-batas yang dibeolehkan syariah. Seperti foto selfie dengan wanita/ laki-laki yang bukan mahramnya dikarenakan wanita/laki-laki tersebut adalah seorang artis atau tokoh masyarakat sehingga saking senangnya kita berfoto dengan mereka bahkan kadang bersentuhan ntuk merekam kejadian yang dianggap penting tersebut. Lalu bagaimana sebenarnya islam dalam memandang foto selfie dengan cara emikian ?

Menurut beberapa ulama berfoto selfi dengan lawan jenis hukumnya HARAM karena bukan mahramnya. Sentuhan fisik dengan lawan jenis yang bukan mahram (muhrim) dan bukan istri adalah haram. Bahkan berjabatan tangan pun diharamkan apalagi bersentuhan yang berkonotasi intim dan syahwat.

Keharaman tersebut berdasarkan pada hadits hasan riwayat Abu Daud no. 5272 dari Abu Usaid Al-Anshari yang berbunyi:

في حديث رواه أبو داود (5272) عن أبي أسيد الأنصاري رضي الله عنه أنه سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَهُوَ خَارِجٌ مِنْ الْمَسْجِدِ فَاخْتَلَطَ الرِّجَالُ مَعَ النِّسَاءِ فِي الطَّرِيقِ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلنِّسَاءِ : (اسْتَأْخِرْنَ ، فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ ، عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتِ الطَّرِيقِ) فَكَانَتْ الْمَرْأَةُ تَلْتَصِقُ بِالْجِدَارِ ، حَتَّى إِنَّ ثَوْبَهَا لَيَتَعَلَّقُ بِالْجِدَارِ مِنْ لُصُوقِهَا بِهِ .

Artinya: “Abu Usaid Al Anshary beliau pernah mendengar Rasulullah bersabda kepada para wanita, ketika beliau sedang keluar dari masjid dan para lelaki sedang berkumpul dengan para wanita di jalan: “(Wahai para wanita), minggirlah kalian, karena sesungguhnya tidak pantas kalian untuk berjalan di tengah jalan, hendaknya kalian di samping-samping jalan”, maka para wanita dahulu menempel dengan dinding sehingga pakaiannya terkait dengan dinding dikarenakan saking menempelnya mereka dengan dinding.

Namun, jika ada keperluan yang syar'i (sesuai syariah) seperti jual beli atau yang terkait dengan pekerjaan seperti berkumpul dalam satu kantor atau berkumpul untuk keperluan mencari ilmu maka dibolehkan. Itupun dengan syarat tidak boleh berduaan (kholwat). Karena, kholwat antara lawan jenis dilarang kecuali si wanita ditemani oleh mahramnya (kerabat terdekat).

Dalam sebuah hadits sahih riwayat Bukhari dari Ibnu Abbas Nabi bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ»

Artinya: Dari Abdullah bin Abbas bahwa Nabi Muhammad bersabda: “Tidak boleh sekali-kali seorang lelaki berduaan dengan seorang wanita kecuali bersama dengan mahram”.

Jadi, dalam kasus selfie dengan yang bukan mahramnya, maka ia telah melakukan melakukan dua dosa, pertama, dosa karena berbaur dengan sejumlah perempuan bukan mahram tanpa keperluan yang syar'i. Kedua, foto selfi berdua yang di situ juga tentunya terjadi sentuhan fisik atau minimal berdekatan. Sentuhan fisik dengan lawan jenis selain istri dan non-mahram adalah haram.

Dalam hadis sahih riwayat Tabrani dari Ma'qal bin Yasar, Nabi bersabda:

معقل بن يسار رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : لأن يطعن في رأس رجل بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له.

Artinya: “Ma’qil bin Yasar meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Sungguh, ditusukkan ke dalam kepala seorang lelaki dengan jarum besi lebih baik baginya, daripada dia menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya”.

Apalagi jika yang diajak berfoto selfie tersebut  berpakaian terbuka auratnya baik laki-laki maupun perempuan. Karena, laki-laki/perempuan haram memandang pada aurat masing-masing yang bukan mahram seperti yang tercaantum dalam  QS An-Nur :30-31

Kesimpulannya adalah bahwa berfoto selfie dengan lawan jenis yang bukan mahram dilarang dan haram hukumnya. Karena pembauran/berkumpulnya itu bukan dengan tujuan yang dibolehkan syara’ seperti dalam jual-beli dan menuntut ilmu tapi cuma sekedar keisengan atau kebanggaan diri semata. Apalagi jika dipajang di depan umum dan atau masing-masing sama-sama sudah memiliki pasangan. wallahu A'lam Bisshowab.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00