Cara Solat Bagi Para Supir Bus Antar Provinsi

Fikih
Foto: 
ilustrasi

Cara Solat Bagi Para Supir Bus Antar Provinsi

Nusantaramengaji.com - Manusia hidup harus bekerja. Cuma dalam pekerjaannya seseorang beda antara satu dengan lainya. Ada pekerjaan yang menuntut sepanjang waktu sehingga tidak sempat melaksanakan  kewajiban syariat secara sempurna seperti solat misalnya dengan beragam faktor yang melatarinya, ada yang kesulitan melaksanakan kewajiban solat sehingga harus menjamak sepanjang masih bekerja seperti para sopir bus/truk antar propensi. Bagi para sopir ini apakah dibenarkan menjamak/mengqasar solatnya sepanjang hari mengingat pekerjaannya menuntut penumpang segera sampai tujuan ?.

Bagaimanapun juga Solat 5 waktu tetap meupakan kewajiban bagi setiap muslim bagaimanapun kondisinya, sakit atau sehat, berdiri atau berbaring dan sebagainya.  Sebuah kondisi apapun dilarang bagi seorang muslim meninggalkan solat selama masih bisa bernafas tak terkecuali meski dalam kondisi tidak mampu mendirikannya dalam keadaan sempurna dan tepat waktu. Profesi sopir bus/truk antar propensi pun juga tidak boleh meninggalkan solat 5 waktu dengan alasan tidak sempat dan diburu waktu.

Namun demikian, bagi orang yang mlakukan perjalanan jauh 2 Marhalah/ 82 km diperbolehkan melakukan Shalat Jamak (menggabung 2 Shalat di dalam 1 waktu) dan meng-Qoshor (meringkas Sholat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat). Ini adalah kemudahan yang diberikan Syariaat untuk para Musafir. Seperti yang tercantum dalam surah Annisa ayat 101 danchadis-hadis Nabi tentang kebolehan menjamak dan mengqashar solat bagi para musafir.

Oleh karena itu, apabila anda sebagai sopir kesulitan dalam melakukan Shalat 5 waktu, lebih baik anda melakukannya dengan Jamak Qoshor. Ini pendapat yang paling diterima mengingat sulitnya bagi para sopir melaksanakan solat 5 waktu dengan keadaan dan waktu yang sempurna.

Namun jika bisa memungkinkan untuk tidak menjamak/mengqashar sebaiknya dilakukan dengan sempurna. Karena sejatinya adanya keringanan dalam hukum itu disebabkan karena adanya masyaqqah/kondisi sulit yang memalingkannya dari hukum asal (al masyaqqatu tajlibut taisir) tapi jika tidak ada masyaqqah/kondisi berat sebaiknya dilakukan dengan sempurna atau dikembalikan ke hukum asalnya. Tapi ada yang berpendapat yang dinukil dari hadis Nabi bahwa menjamak dan mengqashar solat bagi musafir itu merupakan rukhshah/sedekah dari Allah untuk hambanya sehingga tidak heran jika Madzab Hanafiah memandang mengqashar solat bagi musafir itu wajib hukumnya.  Wallahu a’lam bisshowab

Referensi:

حاشيةالجمل ١/ ٢٠٨ ، مكتبة دارالفكر

(و) الأفضل له (قصر) اي هو أفضل من الإتمام ( ان بلغ سفره ثلاث مراحل ولم يختلف في ) جواز (قصره ) فإن لم يبلغها فالإتمام افضل خروجا من خلاف ابي حنيفة فانه يوجب القصر ان بلغها والإتمام إن لم يبلغها – إلى أن قال- وخرج بزيادتي _ ولم يختلف في قصره_ ما لو اختلف فيه كملاح يسافر في البحر ومعه عياله في سفينته ومن يديم السفر مطلقا ، فالإتمام افضل له لأنه في وطنه وللخروج من خلاف من أوجبه عليه كالإمام أحمد فأنه لا يجوز القصر – إلى أن قال- ( قوله ومن يديم السفر مطلقا ) اي في البر أو في البحر معه عياله أو لا. انتهى

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00