Cak Imin Ajak Umat Muslim Sebar Gagasan Ummatan Washatan

Jakarta - H. Abdul Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengajak seluruh muslim nusantara menyebarkan gagasan ummatan washatan (umat yang dinamik, kuat, dan maju, red). Serta ide yang diidentikan dengan Islam washatiyyah (harmonis, red).

"Mari, sebagai muslim nusantara kita sebarkan gagasan ummatan washatan. Ide yang diidentikan dengan Islam,washatiyyah. Islam washatiyyah sebuah gagasan keberadaan umat Islam di tengah. Bukan di dua kutub ekstrem baik, pemahaman dan pengamalan," kata Cak Imin panggilan akrab H Abdul Muhaimin Iskandar di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Menurut Cak Imin, aktualisasi Islam washatiyyah berawal sejak abad ke-12, tepatnya ketika Islam disebarkan secara damai di nusantara.

"Penyebaran Islam secara damai di nusantara abad ke 12 sulit hindari adanya percampuran dengan praktik keagamaan dan budaya lokal," katanya.

Cak Imin berkata, aktualisasi Islam washatiyyah yang terpenting terlihat pada 17 Agustus 1945. Bukan negara sekular dan bukan negara berdasar agama. Washatiyyah sudah menjiwai dalam Pancasila melalui 'common platform'. Persamaan dalam berbagai aspek kehidupan.

"Islam washatiyyah terwujud dalam ormas Islam yang ada sejak pra-kemerdekaan seperti NU, Muhammadiyah. Islam washatiyyah membuat kebangkitan Islam di Indonesia sangat unik. Ditandai dengan semangat toleransi dan keberagaman," ujarnya.

Di Timur Tengah dan sekitarnya, ungkap Cak Imin, kebangkitan Islam malah ditandai penguatan ideologi fundamentalis, bahkan militan dan radikal.

"Bersyukur, semaraknya kebangkitan Islam di Indonesia diperkuat peran mediasi ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah. Ormas Islam pembawa Islam washatiyyah di Indonesia jadi tulang punggung masyarakat sipil yang menjadi esensi bagi demokrasi," tuturnya.

Lebih jauh Cak Imin berkata, Islam washatiyyah sangat penting di tengah marak aksi kekerasan atas nama agama dan muslim juga Islam jadi "terdakwa". Islam Indonesia punya warisan, kekayaan dan potensi untuk memberi perdamaian dan penguatan demokrasi global. Bukan teror!.

"Islam Indonesia tak punya beban ironi sejarah seperti muslim di Timur Tengah. Kita fokus bangun kehidupan lokal dan global yang lebih baik,"

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00