Bolehkan Membawa Anak Kecil Ke Masjid ?

Fikih
Foto: 
ilustrasi

Bolehkan Membawa Anak Kecil Ke Masjid ?

Nusantaramengaji.com - Pendidikan agama seharusnya memang dimulai dari sejak dini atau kanak-kanak karena masa kanak-kanak adalah yang sangat baik menanamkan nilai-nilai kebaikan. Dalam pepatah Arab mendidik anak di usia dini itu seperti mengukir di atas batu, sulit tapi tak akan hilang sepanjang masa. Artinya,  Jika sejak kecil sudah diajari dan diajak mengikuti majlis-majlis pengajian maka dipastikan besarnya nanti akan menjadi orang yang baik .

Oleh karena itu, kita seringkali melihat anak-anak kecil yang diajak orang tuanya ke masjid, majlis-majlis pengajian, sekolah usia dini, dengan tujuan supaya kelak sang anak dapat mengerti agama dan menjadi anak yang solih/solihah. Namun, ada kekhwatiran jika anak-anak dibawa ke masjid atau tempat lainnya dapat menganggu kegiatan solat dan lainnya sehingga ada sebagian orang tua yang membiarkan atau enggan membawa anak-anaknya ke masjid. Lalu, bagaimana sebenarnya hukum membawa anak kecil ke masjid ? apakah tidak dianggap mengganggu jamaah yang sedang solat/dzikir ?

Jawabannya, Boleh membawa anak kecil ke dalam masjid selagi tidak jelas ada najis atau tidaknya. Rasulullah biasa membawa cucunya Umamah putri dari Zainab ke dalam masjid saat shalat fardhu dan menjadi imam. Dalam sebuah hadis sahih riwayat Muslim dari Abu Qatadah ia berkata:

عن أبي قتادة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كان يصلي وهو حامل أمامة بنت زينب بنت رسول الله صلى الله عليه وسلم ولأبي العاص بن الربيع فإذا قام حملها وإذا سجد وضعها

Artinya: Rasulullah pernah shalat membawa Umamah putrinya Zainab binti Rasulullah dari suaminya Abul Ash bin Rabi'. Apabila Nabi berdiri beliau menggendongnya, apabila Nabi sujud beliau meletakkannya.

Dari hadits ini Imam Nawawi dalam Syarah Muslim, hlm. 5/31-32, menjelaskan unsur hukumnya:

فيه حديث حمل أمامة رضي الله عنها ، ففيه دليل لصحة صلاة من حمل آدميا أو حيوانا طاهرا من طير وشاة وغيرهما ، وأن ثياب الصبيان وأجسادهم طاهرة حتى تتحقق نجاستها ، وأن الفعل القليل لا [ ص: 199 ] يبطل الصلاة ، وأن الأفعال إذا تعددت ولم تتوال ، بل تفرقت لا تبطل الصلاة .

وقوله : ( رأيت النبي - صلى الله عليه وسلم - يؤم الناس وأمامة على عاتقه ) هذا يدل لمذهب الشافعي - رحمه الله تعالى - ومن وافقه أنه يجوز حمل الصبي والصبية وغيرهما من الحيوان الطاهر في صلاة الفرض وصلاة النفل ، ويجوز ذلك للإمام والمأموم ، والمنفرد

Artinya: Hadits ini menjadi dalil atas sahnya shalatnya orang yang membawa manusia atau hewan yang suci seperti burung, kambing dan lainnya. Adapun baju anak kecil dan tubuhnya itu suci kecuali kalau jelas najisnya. Dan bahwa gerakan kecil tidak membatalkan shalat. Dan bahwa gerakan-gerakan yang banyak yang tidak berturut-turut tapi terpisah tidak membatalkan shalat.

Adapun hadis "Aku melihat Nabi menjadi imam shalat sedang Umamah berada di bahunya" ini menjadi dalil bagi madzhab Syafi'i dan yang setuju dengannya bahwa boleh membawa (menggendong) anak kecil laki-laki atau perempuan dan lainnya seperti hewan yang suci pada saat shalat fardhu dan shalat sunnah. Dan hal itu boleh dilakukan oleh imam dan makmum atau shalat sendirian.

Kesimpulannya, boleh membawa anak kecil ke masjid selama tidak membawa najis bahkan hewan yang suci. Ditambah jika dengan tujuan mengenalkan anak-anak kepada agamanya. Jadi, bukan malah mengganggu tapi dianjurkan jika untuk mengajarkan solat, ngaji dan kebaikan lainnya. Wallau A'lam Bisshowab

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00