Bolehkan Berkurban dengan Cara Arisan/Iuran ?

Fikih

Bolehkan Berkurban dengan Cara Arisan/Iuran ?

Nusantaramengaji.com - Berkurban merupakan bagian dari syariah yang sangat dianjurkan. Perintah berqurban pertama kali ditujukan kepada Nabiyullah Ibrahim A.S berupa perintah mengorbankan anaknya Nabi Ismail A.S sebagai ujian bagi keimanannya. Dengan penuh keimanan Nabi Ibrahim melaksanakan perintah tersebut namun kemudian ternyata Allah menggantinya dengan seekor domba gemuk yang segar dan sehat. Kisah ini mengisyaratkan bahwa berqurban itu harus didasarkan pada sikap ketundukan secara patuh kepada Allah dan mengajrkan kita untuk tidak terikat kepada sesuatu selain-Nya.

Akan tetapi dalam realitasnya tidak semua orang dapat berkurban karena perbedaan kemampuan masing-masing orang sehingga muncullah semacam iuran atau arisan untuk berkurban. Dalam istilah fiqhnya disebut dengan cara bermusyarokah/bersekutu. Pertanyaannya bolehkah berkurban dengan cara seperti itu (arisan atau iuran) ?

Jawabannya adalah kalau arisan itu hanya sekedar bergiliran melaksanakan kurban dengan domba atau sapi tanpa menentukan kepemilikan secara penuh terhadap peserta arisan atau belum di tentukan kepemilikannya kepada orang yg melaksanakan kurban maka itu TIDAK SAH karena kepemilikannya belum di tentukan. Tetapi kalau arisan kurban itu dimaksudkan hanya dalam pengumpulan uang yang hasilnya dipastikan milik orang tertentu untuk di belikan hewan tertentu yang berarti yang lain memberi hutangan sifatnya maka hal seperti ini SAH dan dibolehkan.

Begitu juga dengan cara iuran. Selama keberadaan hewan yang disembelih mencukupi untuk dikurbankan pada jumlah anggota yang beriuran maka kurbannya SAH, seperti seekor unta atau sapi untuk tujuh anggota. Semua Ulama sepakat bahwa seekor kambing tidak dapat dikurbankan kecuali untuk satu orang sedangkan unta dan sapi dapat dikurbankan untuk 7 orang berdasarkan hadits riwayat Sahabat Jabir yang menyatakan; " Kami berkurban bersama Rasulullah SAW di Hudaibiyyah, satu ekor unta atas nama 7 orang dan satu ekor sapi atas nama 7 orang ".  Juga berdasarkan hadits riwayat Muslim yang menyatakan; ”Kami keluar bersama Rasulullah SAW dengan tahallul haji kemudian beliau memerintahkan kami berserikat dalam unta dan sapi setiap tujuh orang dari kami dalam seekor unta”.

Namun, jika keberadaan ternak yang disembelih tidak mencukupi untuk dikurbankan pada jumlah anggota yang berurunan maka qurbannya TIDAK SAH seperti seekor kambing untuk 7 anggota atau seekor sapi untuk 10 anggota. Dan ada baiknya mengikuti anjuran Imam Abu Yahya Zakariya Al-Ansori yang mengatakan bahwa hendaknya uang iuran tersebut dibelikan kambing yang kemudian diniatkan untuk kurban seseorang tapi pada waktu menyembelih orang yang berkurban itu diminta meniatkan pahala kurban untuk orang yang membantu urunan membeli hewan kurban tersebut. Jadi, kurbannya tetap ditentukan atas nama satu orang tapi pahalanya untuk semua orang yang iuran begitu juga dengan sapi jika anggotanya lebih dari tujuh orang.

Kesimpulannya, sebaiknya kita ikuti anjuran dari Ibn Abbas ra yang mengatakan: "Sesungguhnya dalam berkurban cukup dengan mengalirkan darah meskipun dari ayam jago atau angsa sebagaimana dikatakan oleh Al-Maidani. Syaikhuna (Imam Abu Yahya Zakariya Al-Ansori) menganjurkan orang-orang fakir untuk mengikuti madzhab tersebut, aqiqah juga dapat diqiyaskan pada masalah kurban. Syaikhuna juga mengatakan bagi orang yang melahirkan bayi dapat meng-aqiqahi dengan ayam jago menurut madzhab Ibn Abbas.

(Masalah) Madzhab Syafii dan saya tidak mengetahui ulama yang berbeda pendapat dengannya tentang ketidakbolehan berkurban dengan seekor kambing untuk orang yang lebih banyak dari satu orang … sampai pada pernyataan pengarang, Imam Khatib, Imam Ramli dan ulama yang lainnya berpendapat kalau orang lain bersekutu dalam masalah pahala kurban seperti ucapan seseorang: untukku atau ahli baitku maka hukumnya boleh dan pahalanya dapat diperoleh semuannya’ Wallahu A’lam Bisshowab. (NM)

 

KItab Rujukan:

Nihayatul Muhtaj; Jilid 2; hal 4

لواشترك اثنان في شتين في تضحية أو هدية لم يجزء.وقال الرشيدومثله لواشترك أربعة عشرفي بدنتين لأن كلاإنماحصل له سبع البدنتين فلم يحصل له من كل إلانصف سبع وذلك لايكفي لانه لايكفي إلاسبع كامل من بدنة واحدة وفاقا لم ر.وقياسه عدم الإجزاءإذااشترك ثمانية في بدنتين إذيخص كلامن كل بدنة ثمن لايكفي

 

Al Fiqhul Islam Wa Addillatuhu; Jilid 6; hal 265

اتفق الفقهاء (1) على أن الشاة والمعز لا تجوز أضحيتهما إلا عن واحد، وتجزئ البدنة أو البقرة عن سبعة أشخاص، لحديث جابر: «نحرنا مع رسول الله صلّى الله عليه وسلم بالحديبية: البدنة عن سبعة والبقرة عن سبعة» (2) . وفي لفظ مسلم: «خرجنا مع رسول الله صلّى الله عليه وسلم مهلين بالحج، فأمرنا رسول الله صلّى الله عليه وسلم أن نشترك في الإبل، والبقر، كل سبعة منا في بدنة» (1) .

__________

(1) البدائع:70/5، تبيين الحقائق: 3/6، تكملة الفتح: 76/8، الدر المختار: 222/5، القوانين الفقهية: ص 186، بداية المجتهد: 420/1، الشرح الكبير: 119/2، مغني المحتاج: 285/4، 292، المهذب: 238/1، المغني: 619/8 وما بعدها، كشاف القناع: 617/2.

(2) أخرجه الجماعة (نصب الراية: 209/4).

(1) استنبط الشافعية من هذا الحديث خلافاً للحنفية كما بينت جواز الاشتراك بين من يريد القربة ومن لا يريدها، فقالوا: وظاهره أنهم لم يكونوا من أهل بيت واحد، وسواء اتفقوا في نوع القربة أم اختلفوا كما إذا قصد بعضهم التضحية، وبعضهم الهدي، وبعضهم اللحم، ولهم قسمة اللحم، لأن قسمته قسمة إفراز على الأصح.

(فَائِدَةٌ) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يَكْفِى فِى الأُضْحِيَةِ إِرَاقَةُ الدَمِ وَلَو مِنْ دَجَاجَةٍ وَأَوْزٍ كَمَا قَالَهُ المَيْدَنِى وَكَانَ شَيْخُنَا يَأَمُرُ الفَقِيْرَ بِتَقْلِيْدِهِ وَيَقِيْسُ عَلَى الأُضْحِيَةِ العَقِيْقَةَ وَيَقُولُ لِمَنْ وُلِدَ لَهُ مَولُودٌ عَقَّ بِالدِّيْكَةِ عَلَى مَذْهَبِ إِبْنِ عَبَّاس (مَسْأَلَةٌ) مَذْهَبُ الشَّافِعِي وَلاَ نَعْلَمُ لَهُ مُخَالِفًا عَدَمَ جَوَازِ التَضْحِيَّةِ بِالشَّاةِ عَنْ أَكْثَرَ مِنْ وَاحِدٍ … إِلَى أَنْ قَالَ قَالَ الخَطِيْبُ وَ م ر وَغَيْرُهُمَا لَو أَشْرَكَ غُيْرُهُ فِى ثَوَابِ أُضْحِيَةِ كَأَنْ قَالَ عَنِّى وَعَنْ فُلاَنٍ أَوْ عَنْ أَهْلِ بَيْتِى جَازَ وَحَصَلَ الثَوَابُ لِلْجَمِيْعِ

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00