Bolehkah Masturbasi dan Onani dalam Islam

Fikih
Foto: 
ilustrasi

Bolehkah Masturbasi dan Onani dalam Islam

Nusantaramengaji.com - Ada sebagian masyarakat kita dikarenakan belum punya pasangan, melakukan tindakan apa yang disebut onani atau masturbasi. Hal tersebut dilakukan disebabkan tidak dapat mengekang syahwatnya yang bergejolak. Bagi banyak orang perbuatan tersebut dianggap sesuatu yang wajar mengingat belum punya pasangan atau sudah punya tapi jauh dari pasangannya sehingga solusi yang digunakan dalam menyalurkan hasratnya adalah onani atau masturbasi. Alasan yang paling sering dikemukakan adalah daripada berzina lebih baik onani atau masturbasi. Lalu bagaimana sebenarnya hukum onani dan masturbasi ini dalam Islam ?

Jawabannya:

Ada beberapa dalil atas keharaman melakukan Onani (Masturbasi) dapat dijumpai dalam Al-Quran, hadits dan pendapat ahli fiqih seperti di bawah ini:

A. Dalil Al-Quran

1. QS Al-Mukminun 23:4-7

والذين هم لفروجهم حافظون . إلا على أزواجهم أو ما ملكت أيمانهم فإنهم غير ملومين . فمن ابتغى وراء ذلك فأولئك هم العادون

Artinya: .. dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.

2. QS An-Nur 24:33

وَلْيَسْتَعْفِفْ الَّذِينَ لا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Artinya: Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya

B. Dalil Hadits

1. Hadits riwayat (HR) Bukhari dari Ibnu Mas'ud

عبد اللَّهِ بن مسعود رضي الله عنه قال : كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَبَابًا لا نَجِدُ شَيْئًا فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ الْبَاءةَ ( تكاليف الزواج والقدرة عليه ) فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ ( حماية من الوقوع في الحرام

Artinya: Dari Abdullah bin Mas'ud berkata: Kami bersama Nabi adalah anak-anak muda yang tidak punya apa-apa (miskin - red). Rasulullah berkata pada kami: Wahai anak muda barang siapa yang mampu untuk menikah, menikahlah. Karena menikah itu dapat lebih menutup mata (dari godaan syahwat), dan lebih memelihara kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu menikah, maka hendaknya dia berpuasa karena puasa itu dapat memelihara diri dari perbuatan haram.

C. Dalil Pandangan ulama Fiqih

1. Imam Syafi'i dalam kitab Al-Umm menafsiri QS 23:4-7 di atas demikian:

فلا يحل العمل بالذكر إلا في الزوجة أو في ملك اليمين ولا يحل الاستمناء والله أعلم

Artinya: Maka tidak halal melalukan sesuatu pada dzakar (alat vital lelaki) kecuali pada istri... Juga haram melakukan Mas-turbasi atau O-nani

2. Arti tersirat dari QS 24:33 di atas adalah yang ingin kawin tapi tidak mampu melakukannya karena faktor biaya dll maka hendaknya ia bersabar dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang Allah seperti disebut dalam QS 23:4 s/d 7.

3. Dalam kitab Adhwa'ul Bayan halaman V/535 dalam menafsiri QS 23:4-7 menyebutkan bahwa madzhab Maliki dan Syafi'i mengharamkan O-nani

Intinya, pada prinsipnya syariah Islam mengharamkan Mas-turbasi karena itu bukan jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan syahwat (seksual) yang normal. Jalan yang normal adalah perkawinan. Sebisa mungkin kebiasaan onani atau masturbasi harus dihindari. Mayoritas ulama mengharamkan Masturbasi dalam keadaan apapun.

Namun ada sebagian kecil ulama yang membolehkannya apabila dalam keadaan darurat dan takut terjadi zina seperti pendapat dari ulama madzhab Hanafi yaitu Az-Zarqafi. Dia mengatakan:

"Ulama madzhab Hanafi berpendapat bahwa on-ani termasuk dari perkara yang haram pada asalnya. Namun ia dibolehkan dengan 3 (tiga) syarat: (a) Laki-laki (atau perempuan-red) tidak menikah; (b) dia takut akan terjadi perbuatan zina seandainya tidak melakukannya; (c) tujuan dari berona-ni bukan untuk menikmati tetapi harus dinaiat untuk menghilangkan desakan syahwat yang sedang terjadi."

Teks asal:

وأما الأحناف فيقول العلامة الزرقا في بيان مذهبهم: قالوا: "إنها من المحظورات في الأصل، لكنها تباح بشروط ثلاثة: أن لا يكون الرجل متزوجاً، وأن يخشى الوقوع في الزنا -حقيقة- إن لم يفعلها، وألا يكون قصده تحصيل اللذة بل ينوي كسر شدة الشبق الواقع فيه.

Artinya: Adapun menurut madzhab Hanafi Al-Zarqa menyatakan dalam menjelaskan pandangan madzhab mereka bahwa "Onani termasuk perkara yang dilarang secara asalnya. Namun masturbasi dibolehkan dengan tiga syarat yaitu pelaku tidak atau belum menikah, takut terjadi zina apabila tidak melakukannya, tujuannya bukan untuk memperoleh kenikmatan tapi diniatkan untuk memecah besarnya hasrah libido.

CARA MENCEGAH DARI KEBIASAAN ONANI

Syekh Hasanain Makhluf, mufti Mesir, menulis dalam majalah terbitan Al-Azhar jilid 3 edisi Muharram 1391 H, hlm. 91 menyatakan bahwa cara untuk mencegah, menghindari atau menghentikan kebiasaan Masturbasi adalah sebagai berikut:

1. Segera menikah apabila mampu. Di Indonesia menikah itu tidaklah mahal. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menikah dalam usia mudah. Jangan menunggu kehidupan yang mapan baru menikah.

2. Tidak berlebihan dalam makan dan minum. Seperti nasihat Nabi dalam hadits tersebut di atas.

3. Menjauhkan diri dari segala sesuatu yang menimbulkan syahwat seperti menonton video dan gambar porno, bacaan-bacaan vulgar, atau pergi ke tempat-tempat banyak orang berpakaian minim dll.

4. Mengarahkan cita rasa keindahan pada hal-hal yang dibolehkan seperti melihat pemandangan alam, lukisan bunga, dll.

5. Memilih teman dan lingkungan yang baik.

6. Memperbanyak aktifitas positif yang dapat melupakan fikiran pada seksualitas.

7. Menghindari pertemuan atau perkumpulan yang melibatkan lawan jenis.

Namun, solusi yang paling umum yang diberikan para Ulama dalam mengekang syahwat atau untuk menghindari onani atau masturbasi bahkan zina adalah dengan berpuasa dan menjaga pandangan. Wallahu A'lam Bisshowab.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00