Bolehkah Khatib Pegang Tongkat saat Khotbah ?

Fikih
Foto: 
Ilustrasi

Bolehkah Khatib Pegang Tongkat saat Khotbah ?

Nusantaramengaji.com - Sholat jumat merupakan salah satu kewajiban dari kaum muslim di manapaun berada, selama tidak ada udzur maka wajib melaksanakannya. Terutama keberadaan khatib merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Dalam sebagian masyarakat seorang khatib adakalanya dalam menyampaikan khotbahnya ada yang memegang tongkat dan ada yang tidak sehingga sedkit membuat sebagian masyarakat awam bingung. Apakah memegang tongkat bagi khatib merupakan keharusan atau tidak ?

Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Namun dari pendapat yang ada, tak ada satupun yang berpandangan bid’ah atau menyatakan wajib. Artinya, permasalahan ini adalah masalah ijtihadi, yang sepatutnya kita saling menghargai dan berlapang dada. Di antara pendapat tersebut adalah;

Pendapat pertama, disunahkan membawa tongkat saat khutbah. Pendapat ini dipegang oleh mayoritas ulama (jumhur), Malikiyah, Syafi’iyyah dan Hanabilah.

Imam Malik menyatakan;

وذلك مما يستحب للأئمة أصحاب المنابر ، أن يخطبوا يوم الجمعة ومعهم العصي يتوكؤون عليها في قيامهم

Diantara hal yang dianjurkan bagi para khotib adalah, membawa tongkat saat berkhutbah jumat. Untuk bertumpu di saat mereka berdiri. (Al-Mudawwanah Al-Kubra 1/232)

Demikian pula Imam Syafi’i berpandangan senada;

أحب لكل من خطب – أيَّ خطبة كانت – أن يعتمد على شيء

Saya suka (menganjurkan) para khotib -khutbah apapun itu- untuk bertumpu pada sesuatu. (Al-Umm 1/396).

Dari ulama mazhab hambali, Al-Buhuti menyatakan;

ويسن أن يعتمد على سيف أو قوس أو عصا بإحدى يديه

Disunahkan bertumpu pada pedang, busur panah atau tongkat (saat berkhutbah) dengan salahsatu tangan. (Kasyaf Al-Qona’ 2/36).

Mereka berdalil dengan beberapa hadis, d iantaranya adalah hadis dari Fatimah bintu Qais Radhiyallahu ‘anha: bahwa beliau pernah menghadiri khutbah Nabi SAW di masjid Nabawi, saat menyampaikan berita tentang Dajjal yang diceritakan oleh Tamim ad-Dari.

Fatimah mengatakan,

فَكُنْتُ فِى الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ مِنَ النِّسَاءِ وَهُوَ يَلِى الْمُؤَخَّرَ مِنَ الرِّجَال، فَسَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ…. فَكَأَنَّمَا أَنْظُرُ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَأَهْوَى بِمِخْصَرَتِهِ إِلَى الأَرْضِ

Saya berada di shaf terdepan dari barisan wanita, belakang shaf terahir dari barisan shaf lelaki. Saya mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah atas mimbar… saya melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengarahkan tongkat beliau ke tanah. (HR. Muslim).

Pendapat kedua, makruh membawa tongkat saat khutbah.

Inilah yang dipilih oleh mazhab Hanafi. Sebagaimana dinyatakan dalam Fatawa Al-Hindiyyah (1/148):

ويكره أن يخطب متكئا على قوس أو عصا..

Makruh hukumnya berkhutbah serambi bertumpu pada busur panah atau tongkat.

Dengan demikian, kesimpulannya adalah bertumpu pada tongkat saat khutbah, bukanlah perkara bid’ah, bukan pula syarat sah khutbah atau suatu keharusan. Ada ulama yang berpendapat bahwa hal tersebut hanya bersifat kondisional tergantung khatib jika fisiknya lemah atau khotbahnya Panjang sehingga membutuhkan suatu pegangan maka memakai tongkat disunnahkan .

Namun, Pendapat yang mu’tamad dalah pendapat mayoritas ulama, yang menyatakan bahwa membawa tongkat saat khutbah adalah sunah. Karena kuatnya dalil yang mendukung pendapat ini. Bahkan tiga khalifah setelah Rasulullah SAW (khulafa’ ar-rasyidin); yakni Abu Bakar, Umar bin Khatab dan Utsman bin Affan, membawa tongkat yang biasa Nabi bawa saat berkhutbah, dalam khutbah-khutbah mereka. Seperti diceritakan Ibnul Qayyim;

وكان إذا قام يخطب أخذ عصا فتوكأ عليها وهو على المنبر ، كذا ذكره عنه أبو داود عن ابن شهاب . وكان الخلفاء الثلاثة بعده يفعلون ذلك

Nabi SAW apabila berdiri untuk khutbah, beliau mengambil tongkat lalu beliau bertumpu pada tongkat tersebut saat beliau di atas mimbar. Demikian yang diceritakan oleh Abu Dawud dan Ibnu Syihab. Kemudian perbuatan ini diikuti oleh 3 khulafa ar rasyidin sepeninggal Nabi. (Zadul Ma’ad 1/179). Wallahu A'lam Bsissowab

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00