Bolehkah Chatting dengan Lawan Jenis di Medsos ?

Fikih
Foto: 
Ilustrasi

Bolehkah Chatting dengan Lawan Jenis di Medsos ?

Nusantaramengaji.com - Dunia teknologi telah mencapai tahap yang sangat mengagumkan. Apa yang dulu orang tidak bisa bayangkan sekarang menjadi kenyataan. Salah satu capaian tersebut adalah teknologi komunikasi Hand Phone (HP). Orang-orang dulu mungkin tidak membayangkan bahwa berkomunikasi antara satu dengan lainnya tidak mungkin dilakukan tanpa perjumpaan fisik tapi saat ini ketidakmungkinan itu menjadi hilang karena seseorang sekarang dapat berkomunikasi tanpa fisik bahkan tanpa jarak.

Ruang dan waktu seakan dilipat-lipat dalam segenggam HP tanpa ada kesulitan. Orang dapat saling berjumpa dan berbicara di mana dan kapan saja. Tiada jarak antara satu dengan lainnya, yang dekat bisa terlihat jauh dan yang jauh nampak sangat dekat. Dunia lalu seperti jungkir balik, antara dunia nyata dan dunia semu sangat sulit dibedakan. Kita dapat berjumpa dan berkomunikasi dengan orang yang tidak kita kenal dan entah ada di mana. Realitas seperti ilusi, hidup dalam dunia maya tapi seolah tampak nyata. Memang fenomena ini harus dihadapi terlepas nyata atau palsu, baik atau buruk, ia telah hadir dihadapan kita secara unik dan mengagumkan.

Namun teknologi HP ini tidak lepas juga dari sisi baik dan buruknya. Ia seperti pisau bermata dua tergantung siapa yang menggunakannya. Layaknya pisau, ia bisa dibuat untuk mengiris buah-buahan tapi juga bisa digunakan untuk melukai dan membunuh orang. Demikian pula dunia per HP an , ia telah banyak meringankan beban dan memenuhi kebutuhan setiap orang seperti malaikat penolong namun tak jarang pula ia menjerumuskan orang pada ruang gelap kehidupannya laiknya iblis yang tak berkemanusiaan.

HP bisa menjadikan seseorang saling membenci juga bisa saling mengasihi, saling memuji dan bisa saling memaki. Tidak ada yang salah bagi HP sebagai produk hasil pemikiran manusia yang mengagumkan, yang keliru adalah ketika alat tersebut digunakan untuk merusak dan menghancurkan rasa kemanusiaan. Lalu bagaimana sebenarnya menyikapi teknologi HP ini dan bagaimana hukum memakainya.

Hukum produk teknologi baik TV, Radio, HP, dan sebagainya adalah mubah selama belum ada dalil yang mengharamkannya. Teknologi tersebut memiliki konsekuensi hukum setelah digunakan oleh pemakainya untuk apa tergantung alasannya. Jika alat-alat tersebut digunakan untuk kezaliman maka jelas diharamkan tapi jika digunakan untuk kebaikan bisa menjadi sunnah atau wajib. Jadi tergantung alasan dan tujuan penggunaannya.

Komunikasi via HP misalnya kalau digunakan untuk berkomunikasi dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya atau lawan jenis, para ulama menyamakan hukum komunikasi lewat HP dengan hukum berjumpa langsung maka hukumnya tidak boleh/makruh bahkan bisa jadi haram jika hanya main-main atau dengan tujuan menipu. Boleh komunikasi dengan lawan jenis/ ajnabi asalkan ada hajat seperti dalam rangka khitbah, muamalah, dan lain sebagainya.

Rujukannya adalah sebagai berikut;

1. الموسوعة الفقهية الجزء الأول صحـ 12763

الكلام مع المرأة الأجنبية ذهب الفقهاء إلى أنه لا يجوز التكلم مع الشابة الأجنبية بلا حاجة لأنه مظنة الفتنة وقالوا إن المرأة الأجنبية إذا سلمت على الرجل إن كانت عجوزا رد الرجل عليها لفظا أما إن كانت شابة يخشى الافتنان بها أو يخشى افتنانها هي بمن سلم عليها فالسلام عليها وجواب السلام منها حكمه الكراهة عند المالكية والشافعية والحنابلة وذكر الحنفية أن الرجل يرد على سلام المرأة في نفسه إن سلمت عليه وترد هي في نفسها إن سلم عليها وصرح الشافعية بحرمة ردها عليه

“Berkomunikasi dengan perempuan ajnabi (bukan muhrim), menurut para Fuqha terutama madzab Maliki, Syafi’I dan Hambali, tidak boleh karena hal tersebut dapat menimbulkna fitnah. Mereka menjelaskan bahwa jika ada wanita ajnabi mengucap salam kepada laki-laki dan wanita itu telah tua maka tidak apa-apa menjawabnya tapi jika wanita itu masih muda/perawan, karena dikhawatirkan menimbulakn fitnah maka tidak boleh/makruh menjawabnya. Sedangh Hanafiyah membolehkan menjawab salam laki-laki atau perempuan tapi dalam hatinya tidak melalui lafad”.

2. الجمل الجزء الرابع ص 120

(و) سن (نظر كل) من المرأة والرجل (للآخر بعد قصده نكاحه قبل خطبته غير عورة) في الصلاة وإن لم يؤذن له فيه أو خيف منه الفتنة للحاجة إليه فينظر الرجل من الحرة الوجه والكفين وممن بها رق ما عدا ما بين سرة وركبة كما صرح به ابن الرفعة في الأمة وقال أنه مفهوم كلامهم وهما ينظرانه منه فتعبيري بما ذكر أخذا من كلام الرافعي وغيره أولى من تعبير الأصل كغيره بالوجه والكفين واحتج لذلك بقوله صلى الله عليه وسلم للمغيرة وقد خطب امرأة "انظر إليها فإنه أحرى أن يؤدم بينكما" أي أن تدوم بينكما المودة والألفة رواه الترمذي وحسنه والحاكم وصححه وقيس بما فيه عكسه وإنما اعتبر ذلك بعد القصد لأنه لا حاجة إليه قبله ومراده بخطب في الخبر عزم على خطبتها لخبر أبي داود وغيره "إذا ألقي في قلب امرئ خطبة امرأة فلا بأس أن ينظر إليها" وأما اعتباره قبل الخطبة فلأنه لو كان بعدها لربما أعرض عن منظوره فيؤذيه

“Dan dibolehkan bagi soerang laki-laki melihat dari seluruh perempuan yang hendak dinikahi atau sebelum dilamar dengan melihat aurat yang juga dbolehkan melihatnya dalam solat yaitu melihat muka dan dua telapak tangannya tapi jika tidak ada hajat melamar atau menikahinya maka tidak boleh karena itu akan dianggap menyakiti atau menghinanya.”

3. بريقة محمودية الجزء الرابع صحـ 7

( السادس والخمسون التكلم مع الشابة الأجنبية فإنه لا يجوز بلا حاجة ) لأنه مظنة الفتنة فإن بحاجة كالشهادة والتبايع والتبليغ فيجوز ( حتى لا يشمت ) العاطسة ( ولا يسلم عليها ولا يرد سلامها جهرا بل في نفسه ) إذا سلمت عليه ( وكذا العكس ) أي لا تشمته الشابة الأجنبية إذا عطس قال في الخلاصة أما العطاس امرأة عطست إن كانت عجوزا يرد عليها وإن كانت شابة يرد عليها في نفسه وهذا كالسلام فإن المرأة الأجنبية إذا سلمت على الرجل إن كانت عجوزا رد الرجل عليها السلام بلسانه بصوت يسمع وإن كانت شابة رد عليها في نفسه وكذا الرجل إذا سلم على امرأة أجنبية فالجواب فيه يكون على العكس ( لقوله صلى الله تعالى عليه وسلم واللسان زناه الكلام ) أي يكتب به إثم كإثم الزاني كما في حديث العينان تزنيان واليدان تزنيان والرجلان تزنيان والفرج يزني وما في القنية يجوز الكلام المباح مع المرأة الأجنبية فمحمول على الضرورة أو أمن الشهوة أو العجوز التي ينقطع الميل عنها

“ tidak boleh berbicara dengan perempuan ajnabi tanpa hajat tapi jika hajat seperti menjadi saksi, jual beli, dan tablig maka boleh. Begitu dilarang mengucap salam kepadanya atau menjawab salamnya secara lafad/keras tapi cuu jawab dalam hati baik itu salam atau jawabnnya dari pihak laki atau pihak perempuan”. (NM) 

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00