Berwudu Saat Antri di Mall

Sahabat Nusantara Mengaji (SANTRI) yang dirahmati Allah SWT, pernahkah kalian antri berwudu saat hendak melaksanakan salat di Mall atau pusat perbelanjaan? Tidak jarang kita dalam kondisi antrian panjang, air wudu sangat terbatas, waktu salat yang pendek, atau keluarga kita menunggu karena bergantian salat.

Nah, dalam kondisi tersebut, kita seringkali menjumpai saudara kita yang berwudu lama. Ia lupa bahwa di belakangnya banyak pengantri, sehingga makin memperpanjang antrian.  Mungkin sebagian saudara kita khawatir wudunya tidak sah. Tentu saja hal ini akan membuat antrian semakin panjang. Belum lagi waktu Maghrib tidaklah panjang seperti antara Isya dan Subuh. Atau lebih-lebih ketika waktu Salat Jumat, kebayangkan bagaimana antrinya? Duh, ginama ya caranya? Nah, kali ini Nusantara Mengaji akan membagikan tips berwudu tanpa harus berlama-lama namun sesuai dengan syariat.

Islam mengajarkan kita untuk menjauhi segala sesuatu yang berlebihan (mubazir). “sesungguhnya perbuatan mubazir adalah perbuatan syetan”. Untuk berwudu pun Nabi SAW telah memberi contoh bagaimana cara yang benar dan tepat sehingga tidak membuang-buang air yang sangat penting bagi kehidupan.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, beliau mengatakan, “Nabi SAW berwudu dengan satu mud air (sekitar setengah liter) dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud (air)” (HR. Bukhari no. 198 dan Muslim no. 325).

Para ulama berpendapat bahwa hal ini merupakan keutamaan untuk bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Sangat dianjurkan berwudu dengan menggunakan air yang sedikit untuk berhemat. Save water to the better world, guys.

Kembali ke tips. Seperti hadits Nabi SAW di atas, sebetulnya wudu tidak harus menghabiskan air banyak loh. Selama rukun wudu terpenuhi, maka sudah sah wudunya. Rukun adalah suatu bagian dari amalan yang wajib dilaksanakan dan apabila ditinggalkan maka tidak sah amalan tersebut. Seperti dalam wudu, menurut kitab Matnul-Ghâyah wat-Taqrîb yang ditulis oleh Imam Syihabuddin Abu Syujak Al-Ashfahani (434 - 593 H) rukun wudu ada enam, yaitu :

  1. Niat wudu saat membasuh muka
  2. Membasuh muka
  3. Membasuh kedua tangan hingga siku
  4. Menyapu sebagian kepala
  5. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki
  6. Dilakukan secara tertib berurutan

Rukun di atas berdasarkan ayat Alquran Surah Al-Maidah ayat 6 :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki...”

Nah, semakin jelas bagi kita, jikalau dalam kondisi waktu mepet, antrian panjang, atau air terbatas, maka lebih bijak kita mempercepat dengan hanya mengerjakan rukun Wudu dan menghindari yang sunnah. Karena dalam kondisi seperti di atas, kita diwajibkan untuk menyegerakan dan menghemat air serta waktu. Kita tidak wajib membasuh telinga, berkumur, membersihkan hidung. Kita juga tidak wajib membasuh hingga tiga kali, cukup satu kali, tapi merata.

Ingat ya sahabat, tips ini berlaku jika dalam konsisi seperti di atas. Tapi jika kita dalam posisi yang longgar dan banyak air, maka diutamakan mengerjakan hal-hal yang sunnah agar lebih sempurna. Ternyata Islam memang agama yang mudah dan tidak menyulitkan. (Nusantara Mengaji)

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00