Belajar Struktur Alquran (Bagian-II)

Oleh: H. Ziyad Ulhaq., SQ., MA (Kandidat Doktor Tafsir IIUM (Internasional Islamic University Malaysia)

Sebagaimana diulas pada tulisan bagian pertama (Bagian-I), tidak berlebihan bila dari uraian di tersebut dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur yang ada dalam Alquran itu membentuk satu kesatuan struktur atau bangunan yang saling mengokohkan tak terpisahkan dan memperkuat antara satu dengan lainnya. Mungkin ada yang bilang ini kebetulan, namun kebetulan hanya terjadi sekali atau hanya satu tempat saja, sedangkan pembaca dapat melihat sendiri dari uraian singkat di atas bahwa hubungan antar unsur-unsur itu terlihat dibanyak tempat. Nah, membahas struktur Alquran maka kita tak akan dapat terlepas dari bagian, unsur atau variable yang membentuknya baik bersifat Tauqify (ketentuan dari Nabi) maupun yang Ijtihaady (kreasi para ahli Alquran pasca Nabi). Bila kita amati, Alquran memiliki sembilan unsur, dua tauqiify (ayat dan surah) dan sisanya bersifat Ijtihaady. Menariknya, kesembilan unsur ini memiliki angka. Adapun rinciannya sebagai berikut :

  1. Juz
  2. Surah
  3. Ayat
  4. Kata
  5. Halaman
  6. Baris
  7. Tanda Ruku’ (tanda ‘ain)
  8. Huruf
  9. Angka

Juz Alquran terdiri dari 30 juz. Setiap juz memiliki kekhasan masing-masing, baik surah maupun jumlah ayatnya. Selain itu juga biasanya setiap juz di tandai dengan berbagai macam isyarat (tanda) pada awal juznya, karena sifatnya ijtihady (hasil kreatifitas) dari khattath (penulis) atau pencetak Alquran, maka dalam membubuhkan tanda pun tergantung mereka sendiri. Di antara tanda (isyarat) tersebut adalah :

  1. Satu baris pertama ayat yang menjadi awal juz diberi garis bawah atau dicetak tebal baik satu baris penuh (ciri format 19, 17, 14 baris).
  2. Sebagian kata saja (salah satu ciri Alquran format 18 baris), tanda tulisan Aljuz yang terletak pada sebelah kiri awal juz di luar garis (ciri format 18 baris).
  3. Tanda ornamen khusus menyerupai bintang yang didalamnya terdapat angka juz tersebut ( ciri format 15 baris).

  Surah Surat adalah merupakan kumpulan ayat-ayat yang membentuk satu kesatuan pembahasan dan diberi nama secara tauqify (ketetapan dari Nabi saw). Biasanya nama surat tersebut diambilkan dari salah satu kata yang tercantum dalam salah satu ayat pada surat tersebut atau merupakan judul (diskripsi umum) yang merupakan representasi dari kandungan surat secara keseluruhan.Total surah dalam Al Quran terdiri dari 114 surah.  Surat yang mempunyai ayat terbanyak  adalah Albaqarah dengan 286 ayat dan yang paling sedikit adalah al ‘Ashr dengan 3 ayat. (lihat ilustrasi) Ayat Ayat merupakan kumpulan dari kata-kata yang membentuk sebuah kalimat (bhs arab : jumlah) antara ayat satu dengan yang lain di bubuhkan tanda pemisah (fawashilul ay). Mengenai jumlah ayat, ada perbedaan jumlah yang sangat mencolok. Selama ini, sepengetahuan kita jumlah ayat Alquran adalah 6666. Padahal tak satupun ulama di bidang addul ayy (perhitungan jumlah ayat Alquran) menyatakan jumlah tersebut. Adapun jumlah ayat Alquran menurut perhitungan madzhab kuufy adalah 6236.  Madzhab ini-lah yang banyak diikuti oleh penulis dan pencetak mushaf Alquran di dunia. Kata Kata (bhs arab : kalimat) merupakan kumpulan dari beberapa huruf hijaiyah yang membentuk suatu makna. Kata juga bisa dijadikan sebagai bahan kajian secara struktur karena memiliki data angka. Perhatikan ilustrasi berikut, pendekatan struktur juga dapat digunakan untuk memahami makna kata dalam Alquran. Dari penjabaran kata Alquran di atas dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan kata Alquran pada QS. AlIsra ayat 45 di atas adalah 114 surah dalam Alquran. Halaman Jumlah halaman juga berbeda setiap mushaf, tidak ada yang sama. Mengacu pada format 18 baris, seluruh halaman Alquran terdiri 484 halaman. Setiap juz terdiri dari 16 halaman. Kecuali juz 1 dan juz 30. Juz 1 terdapat 14 halaman, juz 30 terdiri dari 21 halaman. (Illustrasi; halaman terakhir dari mushaf 18 baris) Setiap halaman Alquran yang beredar di seluruh dunia berbeda-beda jumlah barisnya. Mushaf terbitan timur tengah kebanyakan 15 baris meski ada yang 13 dan 16 baris. Adapun yang kita jadikan standar acuan adalah 18 baris terbitan Karachi Pakistan. Uniknya, mushaf Alqran ini diberi garis di setiap barisnya sehingga memudahkan membacanya. Tanda Ruku (tanda ‘ain) Tidak semua mushaf Alquran memiliki tanda ain. Umumnya mushaf terbitan timur tengah tidak mengenal tanda ini. Adapun terbitan Bombay India dan Karachi Pakistan menggunakan tanda ini meski jumlah dan tempatnya berbeda. Adapun terbitan Karachi, jumlah tanda ‘ain untuk setiap juz berlainan, meskipun ada beberapa juz yang jumlah tanda ‘ainnya sama. Total tanda ‘ain seluruh Alquran adalah 558 ‘ain. Menariknya, jika 5 + 5 + 8 = 18. Huruf ke-18 adalah ‘Ain. (Ilustrasi, ain ke-1 pada juz 20). Huruf Sesuai dengan kajian struktur jumlah huruf adalah 32 huruf. Sebagaimana yang kita kenal, jumlah huruf hijaiyyah adalah 28 (minus lam alif dan hamzah). Namun ada yang mengatakan jumlahnya 30 dengan memasukkan kedua huruf tersebut. Nah, dalam kajian struktur, huruf ta’ dibagi menjadi dua, ta’ maftuuhah (ilustrasi 1, huruf ke-2 abjad hijaiyyah) dan ta’ marbuuthah (ilustrasi 2, yang tidak dimasukkan dalam urutan huruf hijaiyyah) dan menempati urutan ke-32. Adapun huruf ke-31 adalah alif dan lam (ilustrasi 4, alta’rif) sebagai kebalikan dari lam dan alif (ilustrasi 3, huruf ke-28 abjad hijaiyyah). Ilustrasi. Angka Semua unsur di atas memiliki data angka. Jumlah angka Arab yang digunakan dalam penandaan mushaf adalah 9 ditambah dengan angka 0. Ada dua angka yang ditulis tidak lazim khusus dalam format 18 baris terbitan Karachi Pakistan, yaitu angka 4 dan angka 7. Illustrasi 1. Angka 4 dan 7 dalam format 18 baris. Qs. Al Qashas (28) ayat 47. Demikian-lah pendahuluan singkat dari rubrik belajar struktur AlQuran ini. Sekedar catatan bahwa kajian struktur ini menggunakan acuan mushaf format 18 baris terbitan Karachi Pakistan yang perhitungan jumlah ayatnya mengikuti madzhab ulama Kufah (addul kuufy). Tidak berarti mushaf lain salah, namun kajian sementara ini masih sebatas mushaf tersebut. Bila ada kajian mushaf lainnya tentu akan semakin menambah khazanah kajian di bidang struktur Alquran. Penulis ingin menegaskan bahwa kajian struktur Alquran ini merupakan hal yang bersifat komplementer. Artinya, melengkapi bidang kajian Alquran lain yang telah lebih dulu ada dalam studi ilmu Alquran dan memperkuat keunikan Alquran dari sisi yang mungkin belum banyak dicermati oleh para pemerhatinya. Penguasaan bahasa Arab, ulumul Quran khususnya ilm ar rasmil ustmaani dan tafsir sangat dibutuhkan dalam mengkaji struktur ini agar tercapai tujuan yang diharapkan, struktur Alquran sebagai satu kesatuan utuh dalam studi Alquran, tidak berdiri sendiri. Selain itu, agar terhindar dari kesalahan menguraikan suatu konsep dan tidak terjerumus dalam sikap ta’assuf (berlebihan) dalam menyikapi kajian ini, semoga bermanfaat.

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00