Anjuran untuk Berbagi

Mutiara Alquran
Foto: 
Ilustrasi

Anjuran untuk Berbagi

Nusantaramengaji.com - Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 71 sebagai berikut:

 

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ

Artinya: "Dan Allah melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?".

Pakar Tafsir Quraisy Syihab dalam tafsirnya Al Misbah menyatakan bahwa. “Allah melebihkan rezeki seseorang di atas yang lain. Rezeki para tuan lebih baik dari hamba sahaya. Para tuan yang diberi kelebihan rezeki oleh Allah Swt. itu tidak akan memberikan separuh rezeki mereka kepada para hamba yang dimilikinya, sehingga para hamba sahaya itu memiliki bagian rezeki yang sama seperti para tuannya. Dan jika orang-orang kafir itu tidak rela bila para hamba sahaya sama-sama memiliki rezeki yang Allah berikan kepada mereka--padahal mereka adalah sama-sama manusia--maka mengapa mereka rela menyekutukan Allah dengan makhluk-makhluk-Nya, sementara penghambaan diri itu hanya layak dipersembahkan kepada Allah semata? Apakah sesudah itu mata hati mereka tetap tertutup dan terus mengingkari nikmat-nikmat Allah dengan cara mempertuhankan selain Dia?

Dari tafsiran tersebut menunjukkan bahwa Allahlah yang mengatur seluruh rizki hamba-hambanyanya. Allah melebihkan antara yang satu dengan yang lainnya. Karena itu, ayat ini mengajarkan kepada kita untuk tidak sombong ketika diberi kelebihan dari yang lain malah justru Allah memerintahkan kita yang memiliki kelebihan untuk berbagi dengan yang lain. Kekeyaan tidak tidak boleh dimilki sendiri apalagi jika sampai dimaksudkan untuk membuat sekutu kepada selain Allah. Maksudnya, kelebihan hartanya dibuat untuk menyombongkan diri dan berbuat syirik dengan cara melanggar syariahnya.

Di samping itu ayat ini juga melarang keras untuk bersikap iri dan dengki terhadap apa yang dimiliki orang lain. Kenapa kita mesti iri jika Allah lah yang telah mengatur kelebihan rizki bagai masing-masing orang. Allah maha Mengetahui mana yang terbaik buat hambanya. Cuma memang kebanyakan seorang hamba ketika memiliki kelebihan lantas ia bersikap sombong dan tidak mau berbagi dengan yang lain yang kekurangan,

Dalam sebuah riwayat diceritakan dari al-Hasan al-Bashri, dia bercerita, `Umar bin al-Khaththab pernah mengirim surat kepada Abu Musa al-Asy’ari: “Merasa puaslah dengan rizki dunia ini yang kamu miliki, karena sesungguhnya ar-Rahmaan (Yang Mahapengasih) telah mengutamakan sebagian hamba-Nya atas sebagian lainnya dalam hal rizki sebagai upaya menguji masing-masing dari mereka. Orang yang diberikan kelapangan (akan) diuji, bagaimana dia bersyukur kepada Allah dan menunaikan hak yang telah diwajibkan kepadanya atas rizki yang dikaruniakan kepadanya.” (HR. Ibnu Abi Hatim).

Demikian, hendaknya kita selalu memperhatikan Friman ALLah dan Rasulnya agar kita terhindar dari murkanya. Janganlah karena kita diberi kelebihan harta lantas menuhankan harta dan melupakan kewajibannya kepada Allah dan kewajiban kepada sesama manusia sehingga kita dianggap orang yang kufur nikmat. wallahu A’lam Bisshowab. (Lutfi Sy)

Yayasan Nusantara Mengaji
Gedung Wisma Usaha UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Lantai 2)
JL. Ir. H. Juanda No. 95, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten Kode Pos 15412, Telp: 021-27599252, SMS / WA: 081212535126, BBM: 5EA14C00